Sabtu, 20 Juli 2024
Ratusan Peserta Ikuti Jalan Sehat HPN PWI Riau di Kuansing | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Sejumlah Kasat dan Kapolsek Tambang | Cicin Lima Ulir Nyangkut di Kemaluan Pria Diduga Gara-gara Ini, Petugas Damkar Bantu Mencopotnya | 9.500 Anak di Tenayan Raya Jadi Target PIN Polio 2024 | Hari Pertama HPN Provinsi, Rombongan PWI se-Riau Makan Malam Bersama Bupati Kuanising | 5 Hari Hilang, Kakek Yusnan Ditemukan Meninggal Dunia di Semak Belukar
 
Sosial Budaya
Jelang dan Setelah Puncak Haji Layanan Katering di Mekkah akan Dihentikan Sementara, Ini Jadwalnya

Sosial Budaya - - Minggu, 11/06/2023 - 21:30:41 WIB
Direktur Bina Haji Kemenag Arsad Hidayat (Kanan) Didampingi Kasi MCH Ubaidillah (Kiri), di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Minggu (11/6/2023) Foto: ANTARA
TERKAIT:

SULUHRIAU- Kemenag terus berikan sosialisasi mengenai penghentian sementara layanan katering kepada jamaah calon haji selama tiga hari di Mekkah yakni tanggal 7, 14, dan 15 Dzulhijjah 1444 Hijriah.

“Menjelang dan setelah puncak haji, layanan katering di Mekkah akan berhenti sementara. Tepatnya pada 7 Dzulhijjah serta 14 dan 15 Dzulhijjah 1444 Hijriah,” kata Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Minggu (11/6/2023).

Masifnya sosialisasi mengenai penghentian katering sementara tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa dipahami dan jamaah dapat mempersiapkan secara mandiri dengan membeli makanan pada sejumlah pedagang yang berjualan di dekat hotel.

Penghentian sementara layanan katering pada tanggal-tanggal tersebut, kata Arsad, karena kondisi di Mekkah sudah sangat padat dan jamaah dari seluruh dunia sudah berada di Mekkah, sehingga sering terjadi kemacetan dan tidak memungkinkan dilakukan proses distribusi katering.

"Jangankan wilayah yang jauh, kawasan yang dekat hanya sekitar dua kilometer pun harus ditempuh dalam waktu lama. Kalau ada katering, kemungkinan akan terlambat sampai jamaah,” katanya.

Arsad menegaskan penghentian sementara katering tersebut juga berlaku untuk jamaah lanjut usia (lansia), sehingga mereka juga harus mempersiapkan diri.

"Ini (penghentian sementara katering) untuk semua termasuk lansia. Mereka harus mempersiapkan diri. Kalaupun lansia tidak bisa mempersiapkan sendiri, maka pendampingnya harus membantu agar jamaah lansia tetap bisa mengkonsumsi makanan," kata Arsad.

Pada fase puncak haji yakni tanggal 8 sampai 13 Zulhijah, jamaah akan tetap mendapatkan layanan katering, baik di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“PPIH telah bekerja sama dengan muassasah/masyariq untuk menyiapkan 16 kali layanan katering pada fase Armuzna,” tegas Arsad.

Khusus untuk jamaah yang mengambil nafar awal, kembali ke Mekkah pada 12 Dzulhijjah, mereka juga belum mendapat layanan katering di hotel sebab saat itu layanan katering masih dipusatkan di Mina.

“Layanan katering pada hotel di Mekkah akan mulai diberikan kembali pada 16 Dzulhijjah 1444 Hijriah. Layanan ini akan diberikan kepada jamaah yang belum habis paket kateringnya yang sebanyak 66 kali makan di Mekkah,” kata Arsad. (Ant)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved