Selasa, 25 Juni 2024
1.301 Jamaah Haji 2024 Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Tak Berizin | Termasuk Kabupaten Kampar, MenPAN-RB Resmikan 15 MPP Se Indonesia | UMRI Resmikan Fakultas Kedokteran, Gerbang Lancang Kuning dan Gedung Mahmud Marzuki Tower | UMRI Hadirkan Pimpinan Perguruan Tinggi 6 Negara, Bahas Peran Muhammadiyah untuk Semesta | Dua Oknum Satpol PP Pekanbaru Dipecat Kerena Terbukti Peras Nenek 66 Tahun di Cipta Karya | Dewan Kehormatan PWI Minta Ketum Tuntaskan Pelaksanaan Sanksi Kasus UKW BUMN
 
Daerah
Tinjau Pembangunan 100 Unit Rumah Korban Longsor Serasan, Bupati: Terimakasih Pak Presiden!

Daerah - - Sabtu, 16/09/2023 - 23:22:34 WIB

SULUHRIAU, Natuna- Bupati Natuna Wan Siswandi mengucapkan terimakasih pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karena melalui Kementerian PUPR telah membangun 100 unit rumah untuk korban tanah longsor di Kampung Genting, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan pada 6 Maret lalu.

"Tadi kita lihat bersama, pembangunan perumahan hampir rampung 100 persen. Tidak lama lagi, bisa di tinggali keluarga korban tanah longsor Serasan," kata Wan Sis -biasa disapa pada sejumlah awak media usai meninjau pembangunan perumahan yang berada di perbatasan, antara Desa Pangkalan dan Desa Jermalik, Sabtu (16/9/2023).  

Seratusan perumahan ini, sambung orang nomor satu di kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini, seluas tujuh hektar.

Selain perumahan, telah di bangunfasilitas umum, seperti balai warga, rumah ibadah, air bersih, taman, jalan dan fasilitas lainnya. Sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan, tidak merasa terpinggirkan.

“Jelas fasilitas umum cukup lengkap di perumahan ini. Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih pada Pak Presiden, serta Pak Menteri PUPR RI Basuki Hadimoeljono," kata Wan Sis sambil menambahkan, ucapan senada pada Menko PMK RI Muhadjir, Menteri Sosial RI Tri Rismaharini serta seluruh elemen masyarakat Indonesia telah peduli pada nasib korban tanah longsor Serasan.

Informasi diterima, akibat tanah longsor di Desa Pangkalan, telah memakan korban meninggal dunia sekitar empat puluhan orang dan lima orang hilang dan belum di ketemukan.

Sementara Serasan terpisah lautan dari Kota Ranai. Kecamatan berbatasan langsung dengan Sematan, Malaysia itu, hanya dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi laut, sekitar 7 hingga 12 jam perjalanan dari Kota Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna. (zul, rls)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved