Minggu, 25 Februari 2024
Diharap Jadi Destinasi Wisata, Pusat Kuliner Kelapa Gading Tembilahan Diduga Jadi Tempat Maksiat | Dihadiri Kapolres, KPU Kampar Lakukan Persiapan Rapat Pleno Pemilu 2024 Tingkat Kabupaten | Lukman Edy Usul PKB Urungkan Niat Angket, Singgung Suara Cak Imin Kecil | Polres Kampar Beri Santunan dan Sembako pada Keluarga KPPS yang Meninggal di Desa Pangkalan Serik | Tahap I Sebanyak 200.601 Jamaah Lunasi BIPIH, Tahap II Dibuka 13-26 Maret | Diawasi Satgas Penyelamat Suara Rakyat, Panwascam dan PPK Diminta Tak Main-main
 
Internasional
Gencatan Senjata Berakhir, Israel Kembali Bombardir Gaza, 21 Orang Tewas

Internasional - - Jumat, 01/12/2023 - 21:19:02 WIB

SULUHRIAU- Setidaknya 21 orang meninggal dunia dalam serangan terbaru pasukan Israel di Jalur Gaza, Palestina, usai gencatan senjata berakhir, Jumat (1/12/2023).

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat puluhan orang meninggal dunia akibat serangan brutal Israel di seluruh Gaza mulai dari utara hingga selatan.

Rinciannya, dua orang tewas di Beit Lahia, Gaza utara. Tujuh orang tewas di Maghazi, Gaza tengah.

Satu orang meninggal dunia di Kota Khan Younis, Gaza selatan. Dua orang meninggal dunia di Kota Hamad, selatan Khan Younis.

Serta sembilan orang meninggal dunia di Rafah, perbatasan Gaza dan Mesir, demikian dilaporkan Al Jazeera.

Israel meluncurkan serangan ini setelah gencatan senjata tujuh hari dengan Hamas berakhir tanpa ada tambahan hari. Gencatan senjata itu dimulai pada 24 November lalu.

Sebelum serangan baru ini terjadi, Israel mengklaim sistem pertahanan rudal mereka mencegat roket yang ditembakkan dari Gaza. Klaim ini muncul satu jam jelang gencatan senjata berakhir.

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan roket itu terdeteksi dari sirene Iron Dome yang berbunyi di kawasan komunitas masyarakat dekat Jalur Gaza.

Menurut militer Israel, roket ini perdana diluncurkan dari Gaza sejak hari pertama gencatan senjata.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut peluncuran roket ini adalah pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.

Hamas belum memberikan komentar sejauh ini terkait tuduhan IDF tersebut. (cnnindonesia.com)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved