Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Pemerintah Panama Berang Disebut Negara Pelindung Mafia Pajak
Rabu, 06 April 2016 - 16:39:13 WIB

Suluhriau- Terbongkarnya dokumen Panama Papers yang menyeret sejumlah nama pesohor dunia, membuat Prancis berencana memasukkan Panama dalam daftar hitam.

Rencana ini dibuat karena salah satu negara Amerika Tengah itu lalai dalam menjaga dokumen rahasia sehingga bisa teretas dan merebak di seluruh dunia.

"Prancis akan mengambil keputusan memasukkan Panama ke dalam daftar hitam negara yang tidak kooperatif, atas semua konsekuensi kepada mereka yang memiliki transaksi di dalamnya," ujar Menteri Keuangan Prancis Michel Sapin dalam jumpa pers Selasa (5/4/2016).

Mendengar kabar seperti itu, Panama tidak tinggal diam. Melalui Kepala Staf Presiden Alvaro Aleman, Panama mengeluarkan ancaman kepada Negeri Menara Eiffel itu. Panama mengancam akan membalas Prancis jika melanjutkan rencana untuk memasukkan negara Amerika Tengah itu kembali ke daftar hitam yurisdiksi pajak yang tidak kooperatif.

Aleman mengatakan pemerintahnya akan melakukan hal yang sama kepada semua negara yang memasukkan Panama dalam daftar hitam, tidak terkecuali Prancis.

"Dalam kasus Prancis atau negara manapun yang memasukkan Panama dalam daftar abu-abu, pemerintah nasional akan melakukan analisa situasi dan mengambil berbagai langkah untuk melakukan hal yang sama," kata Aleman, Rabu (6/4/2016).

Sejumlah langkah yang akan dilakukan Panama adalah memblokir investasi asing atau menahan tender publik.

"Kami tidak akan membiarkan Panama digunakan sebagai kambing hitam oleh pihak lain. Setiap negara yang terlibat dalam dugaan pencucian uang turut bertanggung jawab atas hal ini," lanjut dia.

Aleman mengungkapkan bahwa Presiden Panama telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk menghubungi puluhan negara terlibat dalam kasus ini.

Dia juga mengatakan Panama siap untuk bekerja sama melakukan berbagai penyelidikan dalam kasus pembocoran data ini.

Data yang dikenal dengan nama Panama Papers bocor ke publik pada akhir pekan kemarin. Bocornya 11,5 juta dokumen atau setara 2,6 terabita ini mengungkapkan banyaknya perusahaan hingga tokoh dunia yang mengemplang pajak.

Perusahaan yang dibobol datanya adalah perusahaan firma hukum di Panama, Mossack Fonsesca. Sejumlah nama pemimpin dunia seperti Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahkan pemain sepak bola kenamaan Argentina Lionel Messi juga turut masuk dalam Panama Papers tersebut.

Sumber: merdeka.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat