Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Gaya Hidup
Hati-hati, Tambahkan Air pada ASI Bisa Sebabkan Kematian Anak
Minggu, 08 Mei 2016 - 19:25:15 WIB
Asi Perah.

Suluhriau- ASI atau air susu ibu merupakan asupan yang paling sempurna bagi bayi yang baru saja dilahirkan. Akan tetapi, ASI yang 'diakali' dengan penambahan air justru dapat menyebabkan kematian pada anak.

Kasus kematian pada bayi akibat campuran air dan ASI pernah terjadi pada anak dari George Landell (26) dan Lauren Heather Frusted (25). Kedua orang tua baru ini sengaja mencampurkan air putih ke dalam ASI yang telah diperah sebelum diberikan kepada bayi mereka. Keduanya berpikir, penambahan air pada ASI yang telah diperah dapat memperbanyak volume susu yang akan diminum oleh bayi mereka.

Sayangnya, penambahan air pada ASI justru menyebabkan kadar elektrolit dalam tubuh sang bayi terkuras habis. Terkurasnya elektrolit dalam tubuh menyebabkan otak sang bayi malang tersebut membengkak. Kerusakan parah pada otak ini kemudian menyebabkan sang bayi meninggal dalam usia yang baru menginjak 10 minggu.

Akibat dari insiden ini, kedua orang tua muda tersebut harus mempertanggungjawabkan kelalaian mereka di hadapan hukum. Landell didakwa dengan tuduhan pembunuhan sadis sedangkan Frusted didakwa dengan tuduhan penyiksaan anak tingkat satu dan dua.

Dari kejadian memilukan ini, ahli anak Marlee Harris memperingatkan orang tua untuk tidak memberikan air putih pada anak. Bayi, lanjut Harris, baru diperbolehkan meminum air putih ketika sudah berusia enam bulan ke atas.

Para ahli pun mengatakan bahwa ASI tidak perlu diencerkan dengan campuran cairan apa pun. Pasalnya, ASI telah memiliki kandungan gizi yang ideal bagi pertumbuhan bayi. Tidak ada alasan medis apa pun yang memperbolehkan penambahan cairan pada ASI. WIC Idaho juga telah memberikan peringatan bahwa menambahkan air pada ASI dapat melenyapkan kandungan gizi yang terkandung pada ASI.

"Bayi tumbuh dengan cepat dan ASI atau susu formula bayi lainnya telah didesain untuk memenuhi kebutuhan spesifik, kebutuhan kalori dan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Ketika ASI atau makanan bayi diencerkan, makan nilai-nilai tersebut akan menurun," jelas Harris.

Sumber: republika.co.id



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat