Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Tujuh Caketum Golkar Tolak Pemilihan Voting Terbuka di Munaslub
Minggu, 15 Mei 2016 - 15:38:25 WIB

BALI, Suluhriau- Tujuh caketum Golkar bersatu menjelang Munaslub. Belum menyatukan dukungan, mereka baru bersatu menolak wacana pemilihan lewat voting terbuka yang berujung aklamasi.

"Dari delapan calon, tujuh calon ada kesepakatan bersama untuk menjaga Munaslub berjalan demokratis sesuai AD/ART," kata caketum Golkar Ade Komarudin dalam konferensi bersama 7 caketum Golkar di arena Munaslub di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5/2016).

Hadir dalam konferensi pers ini tujuh caketum Golkar yakni Ade Komarudin, Priyo Budi Santoso, Airlangga Hartarto, Aziz Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, Mahyudin, sementara Indra Bambang Utoyo masih dalam perjalanan.

Ketujuh caketum Golkar ini merasa prihatin dengan dinamika pramunaslub Golkar. Terutama menyangkut wacana pemilihan ketua umum dengan voting terbuka yang berujung aklamasi.

"Kami nilai hal itu akan mencederai proses Munaslub yang sudah bagus dilakukan sejak awal," kata Akom.

Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto ini lantas mengungkap dinamika Pramunas yang cukup keras. "Dalam Pramunas malam tadi ada upaya dari sekelompok yang mengupayakan proses pemilihan secara terbuka. Itu memungkinkan ada intimidasi terhadap pemilik suara, itu melanggar hak asasi. Padahal selama proses perdebatan dalam sosialisasi membuat mereka cukup tahu apa dan siapa yang mereka ingin pilih," kata Akom.

Akom lantas menegaskan sikap tujuh caketum yang bersatu menolak hal tersebut. "Kami menolak keras proses pemilihan terbuka karena akan ada intimidasi. Bisa dipastikan itu," tegasnya.

Tujuh caketum menghendaki proses pemilihan caketum Golkar yang sesuai dengan AD/ART. Yakni melalui mekanisme voting tertutup.

"Kami ingin terjamin pemilik suara memilih kami calon yang ada sesuai hati nurani bukan atas intimidasi, pesanan, apalagi money politics," protes Akom.

"Kami menolak upaya pemilihan secara terbuka, itu tidak harus dilakukan perdebatan, tidak perlu ada proses sekalipun voting. Gagasan yang nyeleneh yang tidak sesuai rambu-rambu tidak boleh diakomodir di Munaslub," imbuhnya.

Akom menegaskan para caketum ingin mengakhiri konflik partai yang hampir dua tahun. Munaslub seharusnya jadi ajang pemersatu Golkar.

"Kami yakin kalau pemilihan tertutup siapapun dari kami menanti dipilih pemilik suara, silakan. Kami serahkan semuanya. Kalau perlu tadi dibahas dimusyawarahkan, bila perlu dibagilah seminggu satu-satu untuk membesarkan Partai Golkar," pungkas Akom.

Lalu apakah 7 caketum Golkar ini juga akan bersatu melawan Novanto di pemilihan Ketum Golkar? (dtc)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat