Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Tak Jadi Ketum, Akom Minta Jabatan Waketum Golkar
Selasa, 24 Mei 2016 - 09:27:19 WIB
Ade Komarudin

JAKARTA, Suluhriau- Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) gagal menjadi ketua umum Golkar setelah kalah bertarung dengan pesaing terberatnya Setya Novanto di Munaslub Golkar di Bali, 14-17 Mei lalu.

Akom memutuskan untuk mundur dari pencalonan meski meraih suara 30 persen dan berhak maju ke pemilihan selanjutnya.

Rupanya, ada deal di balik mundurnya Akom dan menyerahkan kepemimpinan Golkar oleh seterunya Setya Novanto. Akom ingin tetap menjadi ketua DPR, tidak diganggu oleh Setya Novanto sehingga legowo mundur dari bursa caketum Golkar. Diketahui dalam putaran pertama, Setnov mendapat 277 suara dan Akom 173 suara dari total 554 suara.

"Harapan saya dan banyak orang aman. Tapi itu kan tergantung partai hendakinya gimana. Tapi kan saat Munaslub saya mengalah. Bukan kalah loh yah. Yang jelas dealnya gini, saya fokus urus DPR, Setya Novanto urus DPP," kata Akom di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2016) lalu.

Saat ini tim formatur tengah menyusun kepengurusan Partai Golkar periode 2014-2019 di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Dalam penyusunan ini, para seteru Setya Novanto khususnya Ade Komarudin diyakini tak bakal mendapatkan tempat.

Kekhawatiran ini juga dilihat oleh Timses Akom, Firman Soebagyo. Dia meminta, agar Setya Novanto memperhatikan para seterunya selama di Munaslub. Begitu juga perpecahan sebelum munaslub digelar antara kubu Bali dan Ancol.

"Kalau kita kembali kepada spirit munaslub yang rekonsiliatif, seharusnya tidak dibatasi, toh ini hanya tiga tahun. Karena prinsip rekonsiliasi ini menggabungkan kepentingan-kepentingan daripada semua pihak, baik dari kelompok Munas Bali yang lalu atau dari Ancol dan kemudian kelompok Timses Caketum Munaslub harus ada representasi dalam kepengurusan," kata Firman di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/5/2016).

Firman bahkan tak canggung meminta jabatan buat seorang Akom di DPP Golkar nantinya. Dia melihat, Akom cocok menjabat sebagai wakil ketua umum. Meskipun kabar yang ia dengar, jabatan waketum akan dihapus oleh DPP Golkar kepengurusan baru ini.

"Sekarang kita lihat Pak Ade Komarudin, jangan lihat karena jabatanya sebagai ketua DPR, tapi usia masih muda tidak tepat dimasukan dalam dewan pembina. Jadi kalau dimasukkan ke dalam ketua koordinator atau calon waketum karena Pak Akom adalah calon yang lolos daripada 30 persen. Ini harus ada representasi, daripada Pak Akom di situ," jelas Firman.

Firman kurang sepakat jika caketum dimasukkan ke dalam dewan pembina. lebih baik, kata dia, para caketum dimasukkan ke dalam struktur organisasi semisal wakil ketua umum di DPP Golkar.

"Oleh karena itu, sebaiknya, caketum jangan dimasukkan ke dalam dewan pembina, tapi dimasukan dalam struktur organisasi. Oleh karena itu, ada gagasan bahwa calon-calon itu kalau dimasukkan ke dalam wakil ketua umum. Tapi calon Waketum dalam susunan organisasi di AD/ART dihapus lagi, yang ada hanya tiga ketua yaitu Ketum, ketua harian, ketua koordinator," tegas dia.

sumber: merdeka.com|editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat