Gemasaba, Ajak Pemuda 'Membumikan' Pancasila
Rabu, 01 Juni 2016 - 20:04:42 WIB
BENGKALIS, Suluhriau- Dalam memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Bengkalis adakan seminar tema "Memperkokoh jiwa kebangsaan kader bangsa".
Gemasaba merupakan organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Acara yang digelar di aula Hotel Surya, Jalan Panglima Minal, Senggoro Bengkalis selain dihadiri tokoh sentral PKB seperti Ketua Misliadi dan sekretaris, Irmi Syakip Arsalan, serta puluhan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi Bengkalis.
Juga menghadirkan pembicara seperti H Masdarudin MAg selaku ketua NU Bengkalis, Ketua MUI Bengkalis, H Amrizal MAg dan Tokoh Muda Bengkalis, Riza Zuhelmy.
Ketua DPC PKB Bengkalis didampingi sekretaris Irmi Syakip Arsalan dalam sambutannya mengharapkan alam perayaan hari lahir pancasila ini semua bangsa Indonesia bisa untuk menanamkan sedalam-dalam jiwa pancasila itu dalam kehidupan berbangsa.
Dengan Gemasaba ini, lanjut Misliadi proses menamkan jiwa pancasila dalam kehidupan berbangsa dilaksanakan dengan melakukan berbagai kegiatan yang dapat menggugah tumbuhnya kesadaran akan pentingnya mengamalkan pancasila.
Dengan Gemasaba ini kita berupaya untuk mengajak anak muda bangsa seperti mahasiswa untuk kembali membumikan jiwa pancasila kembali,'' ujar Misliadi.
Seminar berlangsung akrab dan penuh semangat, tanya jawab antar mahasiswa dan pembicara pun tak dapat di elakkan. H Masdarudin secara inti mengajak agar kita tetap mencintai pancasila yang sudah terbukti selama ini sebagai perekat bangsa.
H Amrizal dalam materinya mengajak kaula muda untuk menghilangkan rasa fanatisme dan sukuisme yang berlebihan agar semangat kebangsaan bisa tumbuh dengan sendirinya.
Sedangkan Riza Zuhelmy dengan gaya khas seorang aktivis kampus menghimbau ke seluruh adik-adik mahasiswa agar selalu membudayakan diskusi, meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam diri, mendorong pemerintah agar melahirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, mengawal semangat ekonomi kekeluargaan dalam membendung hegemoni ekonomi kapitalis global dan berpesan agar kaula muda jangan takut atau enggan ikut dalam berpolitik, setelah era reformasi mahasiswa harus kembali berperan seperti pada masa pergerakan nasional agar tujuan kebangsaan kita dapat terwujud kalau tidak maka organisasi politik akan dikuasai oleh anasir-anasir
kapitalis dalam sistem pemilu yang proporsional terbuka dan pilkada/pilpres langsung ini dan itu jauh dari semangat dan cita-cita pancasila dalam mewujudkan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi (socio demokrasi) di Indonesia. (las)
Komentar Anda :