Sosialisasi Karlahut, Danrem 031/WB: Ubah Prilaku dan Sadari Bahaya Karlahut
Jumat, 03 Juni 2016 - 08:12:27 WIB
SELATPANJANG, Suluhriau- Komandan Korem 031/WB Mayjend. Nurendi, M.Si (Han) mengajak masyarakat untuk merubah prilaku dan menyadari bahaya dari membakar lahan.
Hal itu disampaikan saat sosialisi kebakaran lahan dan hutan bertempat di Aula RSUD Meranti, Jalan Dorak Selatpanjang, Kamis (2/6/2016).
Hadir dalam sosialisasi itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Irwan, M.Si, Wakil Bupati H. Said Hasyim, Sekdakab. Meranti H. Iqaruddin, Para Asisten, Kapolres Meranti AKBP. Asep Iskandar, Dandim, para Pejabat Eselon II, III dilingkungan Pemkab. Meranti, tokoh masyarakat/Agama serta Camat dan Kades.
Kepada peserta Danrem 031/WB mengajak semua peserta bersama-sama mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), yang selama 18 tahun selalu terjadi di Riau. Penyebabnya dapat terjadi akibat faktor alam dan ulah manusia.
Yang menjadi masalah adalah kebakaran lahan akbat ulah manusia, dimana menurut Danrem kebiasaan masyarakat yang sering membuka lahan dengan cara membakar, kelalaian manusia yang membuang puntung rokok sembarangan didahan kering sekitar hutan, dan memasak didalam hutan.
Kebakaran lahan akibat ulah manusia dan faktor alam di Riau semakin diperburuk oleh kondisi tanah dengan 60 persen lahan hutan terdiri dari gambut. "Untuk itu mari merubah prilaku dan menyadari bahaya dari membakar lahan," katanya.
Khususnya pada 2-3 Bulan ke depan dimana BMKG memprediksi akan terjadi musim panas yang panjang yang menyebabkan kekeringan yang bebepotens terjadinya kebakaran.
"Jika semua masyarakat membuka lahan dengan cara membakar maka bisa menyusahkan semua, akan menganggu aktfitas penerbangan, pelayaran, pendidikan, ekonomi dan perdagangan, penyakit akibat pencemaran udara," jelas Dandrem.
Untuk itu, Danrem berharap mulai dari jajaran Pemerintahan, Kepolisian, TNI, Tokoh masyarakat/agama dapat menyampaikan secara luas kepada masyarakat bahaya dari membakar lahan dan hutan. Dan jika terjadi kebakaran atau menemui hotspot dapat bahu membahu melakukan pemadaman.
Danrem juga menyarankan dalam membuka lahan dimusim kemarau saat ini kembali kepada budaya lama dengan cara gotong royong dgan tidak membakar lahan. "Lebih baik kita mengantisipasi agar tidak ada lagi kabut asap yang menganggu segala sektor dan menimbulkan opini negatif dari negara tetangga yang terimbas kabut asap," jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Irwan, M.Si menyambut baik sosialisasi yang dilakukan oleh Damrem, dalam rangka mendukung antisipasi Karlahut di Kabupaten Meranti. Bahkan Bupati Irwan langsung memerintahkan aparatur Kecamatan hingga Ke Desa segera koordinasi dengan Koramil, dan Polsek untuk membentuk kelompok masyarakat untuk memantau dan mengawasi serta memadamkan titik api.
"Saya minta Kecamatan dan Desa dapat berkoordinasi membentuk kelompok dalam rangka memantau dan mengawasi serta memadamkan api, lakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya membakar lahan, mari semua lakukan aksi nyata," ajak Bupati.
Seperti diketahui kebiasaan maayarakat Meranti acapkali memerun dalam membuka lahan, membakar dahan untuk mengusir lebah madu dan memasak dihutan. "Kebiasaan ini harus dirubah, sesuaikan dengan kondisi cuaca jika tidak ingin terjadi kebakaran dan berurusan dengan pihak berwajib," ingatnya.
Acara sosialisasi ditutup dengan tukar menukar cenderamata dari Bupati dan Danrem. (raf).
Komentar Anda :