Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Gaya Hidup
Sulit Tidur di Tempat Baru? Ini Alasannya
Jumat, 03 Juni 2016 - 10:46:59 WIB
Ilustrasi (int)

SULUHRIAU- Sulit tidur merupakan salah satu masalah yang sebagian besar orang alami ketika menginap di tempat baru. Mungkin Anda pernah menanyakan tentang bagaimana tidur mereka, sebagian besar menjawab nyenyak, tetapi hal tersebut bisa saja bohong.

Kesulitan tidur di lingkungan yang sangat umum terjadi bahkan tak disangkal oleh para ahli saraf dengan menamakannya “first-night effect” (FNE). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa FNE pada dasarnya sama seperti tidur dengan satu mata terbuka, di mana hanya setengah otak saja yang beristirahat.


Seperti dilansir dari Qz.com pada Senin (30/5/2016), menurut studi dari Current Biology, para peneliti bereksperimen dengan meminta relawan untuk tidur di sebuah lingkungan yang baru dan mengukur aktivitas gelombang otak mereka. Dalam percobaan tersebut, para peneliti menemukan bahwa subyek yang tidur hanya di otak sebelah kanan, sedangkan bagian kiri masih tetap beraktivitas.

Para peneliti mendapati bahwa otak bagian kiri cenderung lebih waspada ketika berada di lingkungan baru. Sedangkan pada malam kedua, kedua bagian otak tersebut seimbang sehingga tidur Anda lebih nyenyak.

Ternyata hal ini tak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga hewan lain, seperti burung, lumba-lumba, dan singa laut yang tetap waspada walaupun sedang tidur. Selain eksperimen tersebut, para peneliti juga melakukan percobaan lainnya kepada relawan dengan meminta mereka menekan jari ketika mendengar suara saat sedang tidur di lingkungan baru.

Saat melakukan percobaan tersebut, para relawan terlihat sedang tidur, tetapi ketika peneliti memperdengarkan suara-suara sebanyak dua kali, mereka ternyata masih terjaga. Menurut salah seorang peneliti, Yuka Sasaki mengatakan bahwa manusia memiliki mekanisme perlindungan seperti pada hewan saat berada di lingkungan baru, tetapi belum ada penjelasan mengapa FNE membuat otak sebelah kiri lebih berguna dari sebelah kanan.

Sumber: liputan6.com




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat