Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Menu Buka Puasa,
Cobalah 'Pabukan Galopuong Ngango' tradisi Masyarakat Kampar
Rabu, 08 Juni 2016 - 11:57:45 WIB
Galopuong Ngango'  menu khas buka puasa masyarakat Kampar, yang masih lestari (foto suluhriau.com)
TERKAIT:
 
     

    SULUHRIAU- Mngkin anda sering mendengar nama penganan (orang Kampar menyebut galopuong ngango). Penganan sejenis takjil ini sangat enak dan bisa dijadikan alternatif untuk berbuka puasa.

    Bagi masyarakat Kampar tradisi menyediakan menu buka puasa khas daerahnya hingga saat ini masih tetap menjadi budaya. Walaupun bermacam menu modern dan ala Barat seiring perkembangan zaman yang beragam jenis bermunculan saat ini.

    Bagi komunitas masyarakat Kampar tetap menyajikan 'galopuong ngango' sebagi menu pebukaanya.

    'Galopuong ngango' sebagian orang juga mengenal dengan tajil bunga durian, orang Kampar dan daerah kenegerian Rumbio dan sekitarnya pada umumnya sering menyebutnya penganan khas itu 'gelepung jangkau durian'. Karena bentuk takjil itu persis seperti bunga durian yang baru kembang sebagai pertanda durian masuk fase berputik.

    Bentuk yang unik seperti lesung yang di atas berlobang seukuran ujung jari telunjuk orang dewasa dan cekungan itu (lobang) itu bisa menampung kuahnya yang terbuat dari santan dan dicampur dengan bumbu buah pala dan pengharum masakan biasanya gula saka serta gula putih sesuai keiinginan pembuatnya, huuu sedaap!.

    Membuatnyapun sangat unik, dengan bahan beras pulut diajadikan adonan lalu dibulat-bulatkan dengan memutarkan jari telunjuk di atas adonan sebesar onde-onde itu.  Tidak muda pula membuatnya.

    Menurut salah seorang warga Rubio, yang kerap membuat 'galopuong ngango' Khaironi, (57) membuatnya  juga perlu hati-hati, sebab tidak jarang dalam membuat lobang di atas tajil itu rusak karena terlalu tpis, sehingga bentuknya tidak bagus dan harus diulang.

    Makanan galopuong ngango tersebut menurutnya hanya akan dijumpai saat ramadhan. Di hari lain hampir tidak akan pernah dibuat masyarakat.
    Makanan terebut dimasak dengan cara dikukus dengan dandang yang di bawahnya dibalut dengan daun pisang.

    Wah, bagi warga Kampar dan sekitarnya, 'galopuong ngango' sudah menjadi manakanan khas bukaan turun-temurun.

    Tidak lengkap rasanya ramadhan jika tidak ada takjil galopuong ngango bagi masyarakat Kampar. Tetua Kampung juga bertekad akan terus mempertahankan menu khas daerah itu.

    Sekarang, generasi muda yan tidak lagi tinggal di kampung mungkin sudah banyak tidak mengenal menu khas bulan puasa ini.

    Mau mencoba?, datanglah ke daerah Rumbio Jaya untuk berbuka puasa bersama. Galopung dimakan, silaturramipun jalan. Selamat mencoba...! (khr)






     
    Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat