Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Menu Buka Puasa,
Cobalah 'Pabukan Galopuong Ngango' tradisi Masyarakat Kampar
Rabu, 08 Juni 2016 - 11:57:45 WIB
Galopuong Ngango'  menu khas buka puasa masyarakat Kampar, yang masih lestari (foto suluhriau.com)

SULUHRIAU- Mngkin anda sering mendengar nama penganan (orang Kampar menyebut galopuong ngango). Penganan sejenis takjil ini sangat enak dan bisa dijadikan alternatif untuk berbuka puasa.

Bagi masyarakat Kampar tradisi menyediakan menu buka puasa khas daerahnya hingga saat ini masih tetap menjadi budaya. Walaupun bermacam menu modern dan ala Barat seiring perkembangan zaman yang beragam jenis bermunculan saat ini.

Bagi komunitas masyarakat Kampar tetap menyajikan 'galopuong ngango' sebagi menu pebukaanya.

'Galopuong ngango' sebagian orang juga mengenal dengan tajil bunga durian, orang Kampar dan daerah kenegerian Rumbio dan sekitarnya pada umumnya sering menyebutnya penganan khas itu 'gelepung jangkau durian'. Karena bentuk takjil itu persis seperti bunga durian yang baru kembang sebagai pertanda durian masuk fase berputik.

Bentuk yang unik seperti lesung yang di atas berlobang seukuran ujung jari telunjuk orang dewasa dan cekungan itu (lobang) itu bisa menampung kuahnya yang terbuat dari santan dan dicampur dengan bumbu buah pala dan pengharum masakan biasanya gula saka serta gula putih sesuai keiinginan pembuatnya, huuu sedaap!.

Membuatnyapun sangat unik, dengan bahan beras pulut diajadikan adonan lalu dibulat-bulatkan dengan memutarkan jari telunjuk di atas adonan sebesar onde-onde itu.  Tidak muda pula membuatnya.

Menurut salah seorang warga Rubio, yang kerap membuat 'galopuong ngango' Khaironi, (57) membuatnya  juga perlu hati-hati, sebab tidak jarang dalam membuat lobang di atas tajil itu rusak karena terlalu tpis, sehingga bentuknya tidak bagus dan harus diulang.

Makanan galopuong ngango tersebut menurutnya hanya akan dijumpai saat ramadhan. Di hari lain hampir tidak akan pernah dibuat masyarakat.
Makanan terebut dimasak dengan cara dikukus dengan dandang yang di bawahnya dibalut dengan daun pisang.

Wah, bagi warga Kampar dan sekitarnya, 'galopuong ngango' sudah menjadi manakanan khas bukaan turun-temurun.

Tidak lengkap rasanya ramadhan jika tidak ada takjil galopuong ngango bagi masyarakat Kampar. Tetua Kampung juga bertekad akan terus mempertahankan menu khas daerah itu.

Sekarang, generasi muda yan tidak lagi tinggal di kampung mungkin sudah banyak tidak mengenal menu khas bulan puasa ini.

Mau mencoba?, datanglah ke daerah Rumbio Jaya untuk berbuka puasa bersama. Galopung dimakan, silaturramipun jalan. Selamat mencoba...! (khr)






 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat