Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Indonesia Tergantung Impor Sapi, Tapi Tercatat Sebagai Pengekspor Babi
Minggu, 12 Juni 2016 - 23:44:09 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Indonesia saat ini masih sangat tergantung terhadap pasokan sapi bakalan dan daging sapi impor. Tingginya kebutuhan tidak dibarengi dengan kecukupan pemenuhan dari peternak sapi lokal.

Akibatnya, selalu muncul persoalan kenaikan harga saat permintaan tinggi seperti pada Bulan Ramadhan dan jelang Lebaran. Harga daging sapi saat ini di pasar dijual Rp 120.000-Rp130.000/kg, sedangkan pemerintah menargetkan harga daging sapi bisa di bawah Rp 80.000/kg.

Persoalan ini terus terulang sepanjang tahun, meskipun pemerintah baru-baru ini membuka keran impor daging sapi beku jenis secondary cut sebesar 23.200 ton untuk menurunkan harga.

Selain itu, pemerintah juga telah memberi jatah impor sapi bakalan selama selama 6 bulan atau triwulan I dan triwulan II 2016 kepada feedloater atau perusahaan penggemukan. Kuota impor yang telah diketok selama semester-I 2016 sebanyak 448.000 ekor sapi bakalan.

Faktanya, harga daging di pasar tradisional masih belum sesuai harapan pemerintah, meskipun ada sejumlah operasi pasar.

Uniknya, di saat kita ribut soal ketergantungan terhadap sapi dan daging sapi impor, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pengekspor babi. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia pada Bulan Januari 2016 telah mengekspor babi dengan nilai US$ 5 juta (naik 12,84% dibandingkan Desember 2015).

Hal ini dibenarkan oleh Dirjen Peternakan, Kementerian Pertanian (Kementan), Muladno.

"Betul (Indonesia negara pengekspor) dan sudah lama," kata Muladno dilansir detik.com, Minggu (12/6/2016).

Indonesia Punya Pulau Khusus Peternakan Babi

Lanjut Muladno, Indonesia memiliki basis produksi babi yang salah satunya berlokasi di Pulau Bulan. Lokasinya berdekatan dengan Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Pulau yang dikenal dengan nama Pulau Babi ini telah menjadi basis pengembangan babi sejak 1986. Negara tujuan ekspor ialah Singapura. Di sini ada sebuah perusahaan yang beroperasi mengelola peternakan babi secara korporasi.

"Ada, namanya Pulau Bulan. Isinya babi saja dalam satu pulau itu," ujar Muladno.

Belajar dari bisnis peternakan babi seperti di Pulau Babi yang terkelola dengan baik, Kementan optimis bisa menerapkan hal sejenis pada peternakan sapi lokal. Muladno mengaku ke depan Indonesia bisa menjadi pengekspor atau paling tidak mandiri dalam memenuhi kebutuhan daging sapi.

"Harus bisa dan InsyaAllah pasti bisa. Kita planning sebaik-baiknya," jelasnya. (dtc)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat