Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Peristiwa
Hutan Cagar Biosfer Riau Terus Dirambah
Rabu, 15 Juni 2016 - 10:04:10 WIB
Bupati Siak, Syamsuar

PEKANBARU, Suluhriau - Ribuan hekatare kawasan cagar biosfer Giam Siak Kecil di Riau telah dikuasai para perambah. Pemerintah Siak berencana akan menertibkan kawasan konservasi tersebut.

Gebrakan yang dilakukan Bupati Siak, Syamsuar, patut diacungi jempol. Dia merasa gerah, atas ulah perambah kawasan hutan yang kian tak terkendali. Sehingga, Pemkab Siak mencatat ada ribuan hektare lahan di cagar biosfer Giam Siak Kecil telah dikuasai pendatang.

"Perambahan ini tidak bisa dibiarkan begini terus. Jika tidak ditertibkan, maka penguasaan lahan negara secara ilegal akan semakin bertambah," kata Syamsuar dalam rapat koordinasi dengan perwakilan dari Kemenhut dan Pemprov Riau yang dilaksanakan di Hotel Grand Central di Pekanbaru, Selasa (14/6/2016) malam.

Syamsuar dalam pemaparannya menyebutkan, luasan cagar biosfer untuk zona inti mencapai 55 ribu hektare (ha) lebih. Di zona inti ini sekarang ada 800 ha telah dirambah dijadikan perkebunan sawit. Di sana juga sudah berdiri rumah liar sebanyak 28 unit.

Untuk zona penyanggah, lanjut Syamsuar, dari luas  45 ribu ha lebih, sekitar 2.300 ha telah dirambah yang juga ditanami kelapa sawit. Di kawasan penyanggah juga terdapat 186 unit rumah warga yang terbuat dari papan. Untuk zona transisi, juga dirambah seluas 1.300 ha.

"Kondisi inilah salah satu pemicu kebakaran lahan yang terus berulang di wilayah cagar biosfer. Jika terus dibiarkan, perambahan akan terus terjadi. Kalau sudah seperti itu, kebakaran lahan juga tidak terhindari," kata Syamsuar.

Menurut Syamsuar, cagar biosfer Giam Siak Kecil ini sebenarnya mencakupi dua kabupaten yakni Siak dan Bengkalis. Hanya saja kawasan yang banyak dirambah sebagian besar berada di Kabupaten Siak.

"Kemungkinan besar wilayah kita yang paling banyak dirambah karena kawasan lebih mudah dijangkau dari pada masuk lewat Kabupaten Bengkalis," kata Syamsuar.

Syamsuar membeberkan dalam rapat koordinasi itu, kawasan yang dirambah itu mencakupi tiga kecamatan. Pertama, berada di Kecamatan Siak, kedua Kecamatan Bunga Raya dan yang ketiga Kecamatan Sungai Mandau.

"Meraka yang merambah kawasan hutan ini merupakan pendatang dari luar Riau," kata Syamsuar.

Perambahan sudah dimulai sejak tahun 2013 hingga 2016. Berbagai pendekatan sudah dilakukan selama ini. Namun pendekatan itu agar warga meninggalkan lokasi tersebut tidak pernah berhasil.

"Malah anehnya, para perambah justru membuat perkampungan di dalam cagar biosfer. Mereka membuat nama kampung 40 dan Tapsel (Tapanuli Selatan-Sumut). Padahal selama ini kita tidak pernah memiliki nama perkampungan itu," tegas Syamsuar.




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat