Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Hutan Cagar Biosfer Riau Terus Dirambah
Rabu, 15 Juni 2016 - 10:04:10 WIB
Bupati Siak, Syamsuar

PEKANBARU, Suluhriau - Ribuan hekatare kawasan cagar biosfer Giam Siak Kecil di Riau telah dikuasai para perambah. Pemerintah Siak berencana akan menertibkan kawasan konservasi tersebut.

Gebrakan yang dilakukan Bupati Siak, Syamsuar, patut diacungi jempol. Dia merasa gerah, atas ulah perambah kawasan hutan yang kian tak terkendali. Sehingga, Pemkab Siak mencatat ada ribuan hektare lahan di cagar biosfer Giam Siak Kecil telah dikuasai pendatang.

"Perambahan ini tidak bisa dibiarkan begini terus. Jika tidak ditertibkan, maka penguasaan lahan negara secara ilegal akan semakin bertambah," kata Syamsuar dalam rapat koordinasi dengan perwakilan dari Kemenhut dan Pemprov Riau yang dilaksanakan di Hotel Grand Central di Pekanbaru, Selasa (14/6/2016) malam.

Syamsuar dalam pemaparannya menyebutkan, luasan cagar biosfer untuk zona inti mencapai 55 ribu hektare (ha) lebih. Di zona inti ini sekarang ada 800 ha telah dirambah dijadikan perkebunan sawit. Di sana juga sudah berdiri rumah liar sebanyak 28 unit.

Untuk zona penyanggah, lanjut Syamsuar, dari luas  45 ribu ha lebih, sekitar 2.300 ha telah dirambah yang juga ditanami kelapa sawit. Di kawasan penyanggah juga terdapat 186 unit rumah warga yang terbuat dari papan. Untuk zona transisi, juga dirambah seluas 1.300 ha.

"Kondisi inilah salah satu pemicu kebakaran lahan yang terus berulang di wilayah cagar biosfer. Jika terus dibiarkan, perambahan akan terus terjadi. Kalau sudah seperti itu, kebakaran lahan juga tidak terhindari," kata Syamsuar.

Menurut Syamsuar, cagar biosfer Giam Siak Kecil ini sebenarnya mencakupi dua kabupaten yakni Siak dan Bengkalis. Hanya saja kawasan yang banyak dirambah sebagian besar berada di Kabupaten Siak.

"Kemungkinan besar wilayah kita yang paling banyak dirambah karena kawasan lebih mudah dijangkau dari pada masuk lewat Kabupaten Bengkalis," kata Syamsuar.

Syamsuar membeberkan dalam rapat koordinasi itu, kawasan yang dirambah itu mencakupi tiga kecamatan. Pertama, berada di Kecamatan Siak, kedua Kecamatan Bunga Raya dan yang ketiga Kecamatan Sungai Mandau.

"Meraka yang merambah kawasan hutan ini merupakan pendatang dari luar Riau," kata Syamsuar.

Perambahan sudah dimulai sejak tahun 2013 hingga 2016. Berbagai pendekatan sudah dilakukan selama ini. Namun pendekatan itu agar warga meninggalkan lokasi tersebut tidak pernah berhasil.

"Malah anehnya, para perambah justru membuat perkampungan di dalam cagar biosfer. Mereka membuat nama kampung 40 dan Tapsel (Tapanuli Selatan-Sumut). Padahal selama ini kita tidak pernah memiliki nama perkampungan itu," tegas Syamsuar.




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat