Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Susu Kecoa Terbukti Bernutrisi Tinggi dan Bisa Jadi Superfood Masa Depan
Selasa, 26 Juli 2016 - 07:38:13 WIB

SULUHRIAU- Susu umumnya berasal dari sapi atau kambing. Tapi kini peneliti menemukan kecoa juga menghasilkan susu yang bergizi tinggi.

Sudah sejak lama negara Asia, khususnya China memanfaatkan kecoa sebagai pengobatan. Belakangan kecoa diternakkan khusus unutk dijadikan camilan dan obat.

Sekitar 10 tahun lalu, peneliti menemukan bagian tengah saluran pencernaan kecoa jenis Diploptera punctata mengandung kristal protein susu. Kecoa ini adalah satu-satunya kecoa vivipar yang juga berkembang biak dengan cara melahirkan selain bertelur.

Seperti halnya mamalia, kecoa Diploptera punctata harus 'menyusui' anaknya. Susu tersebut rupanya mengandung kristal protein yang bergizi tinggi. Tiap kristal diperkirakan mengandung lebih dari 3 kali jumlah energi yang ditemukan dalam rata-rata produk susu sapi kebanyakan. Meski begitu tentu sulit memerah susu dari kecoa.



Karenanya sebuah tim peneliti internasional mencari cara mendapatkan kebaikan susu kecoa menggunakan pilihan yang paling mungkin. Dalam studi yang dipublikasikan jurnal International Union of Crystallography bulan Juli, peneliti mengungkap keberhasilan mereka mengurutkan gen yang bertanggung jawab memproduksi kristal protein susu dalam usus kecoa.

Terobosan ini mengartikan kristal bisa diproduksi in-vitro atau dihasilkan dari laboratorium. Memungkinkan susu kecoa diproduksi massal.

"Kristal ini seperti makanan komplet dengan kandungan protein, lemak, dan gula. Jika Anda melihat rantai proteinnya, mereka punya semua asam amino esensial," ujar Sanchari Banerjee, salah satu peneliti kepada Times of India (25/7/2016).

Tidak hanya menjadi sumber kalori dan nutrisi, kristal protein juga bersifat time released. Ketika protein dicerna, kristal merilis lebih banyak protein dalam tingkat setara untuk meneruskan proses pencernaan.

Subramanian Ramaswamy selaku pemimpin penelitian mengatakan susu ini merupakan makanan komplet tinggi kalori. Penting diingat bahwa sumber protein padat ini tidak cocok untuk mereka yang ingin turunkan berat badan atau mereka yang konsumsi kalori hariannya sudah tinggi. Tetapi bagi mereka yang berjuang mendapat jumlah kalori harian, kristal protein susu dari kecoa ini bisa jadi cara cepat dan mudah mendapat kalori dan nutrisi.

"Proteinnya sangat stabil. Bisa menjadi suplemen protein luar biasa," ujar Ramaswamy.


Hingga sekarang belum ada rencana membuat susu kecoa menjadi produk komersial. Tetapi peneliti berencana menggunakan sistem ragi untuk mencoba memproduksi kristal secara massal.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan susu seiring berkembangnya populasi. Banyak pihak berspekulasi serangga termasuk kecoa akan segera menjadi bagian pola makan banyak orang. Karena dunia kini berjuang di bawah tekanan produksi makanan konvensional.

Sumber: detik.com|editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat