Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
LP3i Siap Tantangan Menaker Kurangi Pengangguran
Selasa, 16 Agustus 2016 - 10:39:03 WIB

PEKANBARU, Suluhriau- Pendiri LP3i (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia), Syahrial Yusuf menyambut baik permintaan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dakhiri yang meminta perguruan tinggi untuk memperbaiki relevansi perguruan tinggi saat ini yang masih dirasa masih belum menjawab tantangan kebutuhan industri kerja.

Syahrial menilai perguruan tinggi sekarang kurang relevan hadapi kebutuhan industri kerja dan hal itu sudah disadarinya sejak lama. Untuk itu, ia menilai institusi LP3i hadir sejak dulu, selama 27 tahun ini arah dan tujuannya ialah menjawab tantangan yang demikian dan ini justru berhasil menjawab kegelisahan Menaker.

"Idealnya, perguruan tinggi itu harus relevan menghasilkan lulusan yang punya kompetensi sesuai kebutuhan industri. Gimana nggak makin membludak jumlah penganggurannya kalau lulusannya tak sesuai kebutuhan industri," terang Syahrial di Jakarta (15/8/2016).

Diakuinya, fenomena kemunculan tren membludaknya populasi pengangguran, terutama pengangguran terdidik kian mencengangkan. Dimana lulusan baru terus tumbuh dan tak terserap lantaran banyak yang tak sesuai tuntutan industri menyebabkan ketimpangan kompetensi lulusan semakin tinggi atau melebar.

Sehingga ini patut dijadikan sorotan penting untuk menghadapi pasar kerja masa depan mengingat pasar bebas juga mencakup persoalan tenaga kerja.

"Pasar bebas tenaga kerja semakin nyata antar-negara. Besarnya populasi Indonesia harusnya jadi kekuatan tersendiri menjadi pusat pabrik tenaga kerja unggulan agar eksodus tenaga kerja asing mampu diantisipasi. Maka dari itu, jangan heran kalau mereka (tenaga kerja asing) nyerbu kita kalau kita tak segera bersiap diri membenahi," ujar Tokoh Pendidikan ini.

Menurutnya LP3i sangat tepat menjadi rujukan bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan kompetensi mempuni yang orientasi sejak awal memang selalu mengedepankan dan menghasilkan lulusan terampil yang siap kerja. Terbukti, mayoritas lulusannya dengan prosentase sekitar 90 persen terserap cepat oleh industri karena pihaknya telah menjalin kerja sama baik dengan melibatkan industri. LP3i Juga telah menjadi Top Brand 2013 dengan meraih Standard ISO 9001-2008.

"Anggapan aman memiliki gelar akademik saja tak cukup dan tak jadi jaminan mendapat kerjaan impian. Ijazah bukan segalanya lhoh ya. Bahkan tak heran lulusan sarjana hingga pasca sarjana pun masih banyak yang menganggur terkena imbas akibat tak memenuhi kompetensi dan keahlian sehingga enggan dilirik pasar kerja. LP3i telah hadir dengan menetapkan standar terukur untuk memastikan lulusanya berkompetensi nantinya," ungkapnya.

Menyadari kebutuhan industri kerja yang dinamis dan kompetitif, LP3i tak tinggal diam untuk berkontribusi dan akan berkomitmen serius memperbaiki kualitas LP3i. Komitmen itu salah satunya terlihat dari kefokusan LP3i yang sebelumnya banyak program studi, akan tetapi sekarang sudah dikurangi karena sebagiannya dinilai sudah tak terlalu dibutuhkan industri dan diharapkan lebih spesifik mengarah ke kebutuhan pasar kerja agar akselerasi kualitasnya semakin optimal.

"LP3i selaku pengelola institusi perguruan tinggi terus berkomitmen dan tak tinggal diam serta berpuas diri untuk selalu menghasilkan lulusan selain memberikan ijazah juga keterampilan dibidangnya. Nah, setiap mahasiswa kami berikan kesempatan magang agar mengerti dan kemitraannya dengan melibatkan industri dijalin diberikan keleluasaan untuk langsung merekrutnya," kata pemerhati pendidikan itu.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dakhiri menyampaikan apresiasi kepada LP3i yang selama ini dinilainya sebagai salah satu institusi pendidikan berbasis vokasioal yang terdepan berkontribusi meningkatkan tenaga kerja Indonesia. Lanjutnya, pendidikan sebaiknya bukan hanya berorientasi gelar akademik semata. Melainkan, institusi pendidikan harus meletakkan mahasiswa menjadi tenga kerja terampil siap pakai.
 
"Masih banyak sarjana maupun pasca sarjana menganggur. Saya tekankan dan mendorong agar lulusan harus berorientasi dengan pasar kerja dengan kompetensi mempuni. Semangat kompetisi menuntut kita, untuk meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, harus terus-menerus melakukan evaluasi supaya mencapai revolusi sehingga tidak menghasilkan penggangguran berijazah serjana dan pendidikan vokasi itu sangat penting, kata Hanif saat menhadiri dan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP3i 2016 yang bertajuk 'Revitalisasi Kualitas LP3i Menuju Pendidikan Vokasi di Masyarakat Ekonomi ASEAN' di Gedung Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin pekan lalu. (rls)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat