Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Permen Warna-Warni Dioleskan Narkoba Jenis LSD Harga Rp1.000 Sasar Anak-Anak
Senin, 22 Agustus 2016 - 11:29:26 WIB
Iluustrasi Permen (foto int)

SULUHRIAU- Varian narkoba semakin variatif dan menargetkan lebih banyak kalangan usia muda. Setelah beredar obat cacing dicampur sabu.

Kali ini ditemukan permen narkoba berjenis Lysergyc Acid Diethylamide (LSD) dengan bentuk yang lucu-lucu yang menargetkan anak-anak PAUD.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan hal tersebut saat menyambangi Pondok Pesantren Ar-Rahman di Desa Tegal Binangun, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Saya dapat informasi dari Deputi BNN Pusat, ada jenis permen yang luarnya diolesi narkoba jenis LSD. Mereka membidik anak-anak PAUD sebagai market pengguna mereka. Saya sudah melihat korbannya sendiri di Makassar, dari usia 4 tahun hingga 7 tahun," ujar Khofifah, Minggu, (21/8/2016).

Bentuk permen itu berwarna-warni yang menarik perhatian anak-anak. Harganya sangat terjangkau, antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000.

Selain di Makassar, jenis makanan lain yang bisa membuat orang mabuk juga ditemukan di Surabaya yaitu kopi Bunga Kecubung. Bunga kecubung itu dijadikan seperti serbuk kopi. Jika diseduh dan diminum, kopi itu berefek seperti orang yang mengonsumsi narkoba.

"Kalau pengguna ganja dan sabu, 60 persen potensial mengalami gangguan psikotik di segala usia. Kalau anak-anak, asal segera mendapatkan terapi, proses rehabilitasi akan lebih mudah. Kita bersama harus mengetahui update dari format zat adiktif, terutama yang dicampur dengan makanan, permen dan lainnya," ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan anak-anak rentan masuk dalam lingkaran mafia narkoba. Pasalnya, mafia narkoba lebih tertarik mengajak anak-anak untuk jadi kurir narkoba karena masa hukuman lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Ditambah lagi ada jika mendapatkan bebas bersyarat dan remisi.

Dari data BNN Pusat, total dana transaksi pembelian narkoba pada 2014 sebesar Rp 63 triliun dan meningkat pada 2015 sebesar Rp 72 triliun.

Untuk menekan jumlah konsumsi narkoba di Indonesia, Kemensos RI melakukan berbagai program, seperti membentuk Laskar Anti Narkoba Nahdatul Ulama (NU), Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk pengguna Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) serta Call Centre untuk berkonsultasi bebas pulsa di 1500171.

"Kita targetkan ada 160 IPWL dan hingga Desember 2016 mendatang, ada 15.430 ribu korban penyalahgunaan narkoba yang bisa direhabilitasi. Masing-masing IPWL punya target sendiri, baik berbasis panti maupun non-panti," ujar dia.

Minim Perhatian

Meski sudah berkontribusi, perhatian pemerintah terhadap IPWL, khususnya yang berbentuk pondok pesantren masih minim. Ketua Ponpes Ar-Rahman, Sukarman mengatakan, sangat jarang pejabat mau datang ke pondok pesantrennya. Khususnya Gubernur Sumsel, ia tidak pernah datang saat diundang.

"Sudah sekitar 20 kali diundang, tapi Gubernur Sumsel tidak pernah datang. Yang datang terakhir itu mantan Gubernur Sumsel, Syahrial Usman. Kalau di sini, ada 15 orang santri yang tamat SMA mengikuti rehabilitasi narkoba. Bahkan, santri yang masuk ke rehabilitasi Ponpes Ar-Rahman berasal dari luar Sumsel," kata Sukarman.

Beberapa santri rehabilitasi narkoba lainnya berasal dari Medan bahkan Malaysia. Bahkan, salah satunya Ahmed dari Malaysia yang sudah sehat sejak keluar dari Ponpes Ar-Rahman dan melanjutkan hidupnya di Jerman.

Di ponpes ini, santri rehabilitasi narkoba mendapatkan berbagai pendalaman ilmu, seperti program rehabilitasi, pendidikan agama, edukasi hukum dari tim pengacara hingga keterampilan tangan.

Sumber Liputan6.com| Editor Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat