ADVERTORIAL
Memaknai 71 Tahun Merdeka, Gubri: Kerja Nyata Bagi Riau Tingkat Perekonomian
Rabu, 31 Agustus 2016 - 10:15:19 WIB
|
Gubri Arsyadjuliandi Rachman
|
PEKANBARU, Suluhriau- Bulan Agustus 2016 ini merupakan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke
71. Begitu besar makna angka 71 bagi Indonesia umumnya dan Provinsi Riau
khususnya dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Logo, Motto ataupun tagline dari HUT ke 71 RI "Indoensia Kerja Nyata" digambarkan dengan dua setengah lingkaran yang mengilustrasikan bilah baling-baling yang dinamis selalu berputar mendorong pesat ke depan.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk kerja nyata dalam memajukan Indonesia. Angka 71 menggambarkan waktu cukup tua dan angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Indonesia merupakan Negara besar di Asia, bukan hanya karena luas wilayahnya, tapi berbagai potensi negeri ini memang cukup besar.
Nah, bagi Provinsi Riau yang terletak di bagian tengah Pantai Timur Pulau Sumatera, yaitu di
sepanjang pesisir Selat Melaka, HUT RI ke 71 memiliki makna yang sangat berarti untuk
memberikan kontribusi bagi pembangunan negeri Indonesia ini.

Gubri Arsyadjuliandi saat HUT RI ke 71
Riau memiliki ragam sumber daya alam, terutama minyak bumi, gas, pertanian dan perkebunan yang memberikan kontribusi besar dalam menopang ekonomi nasional.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sempena memperingati HUT RI ke 71 menyampaikan, peringatan HUT RI menjadi momentum untuk meningkatkan semangat patriotisme dalam kerangka negara Nasional.
Patriotisme dalam kerangka NKRI kata Gubri, Riau Riau sudah lebih dulu berbuat demi bangsa dan tanah air ini. Sejarah telah mencatat betapa besar kontribusi ekonomi yang telah diberikan Provinsi ini terhadap NKRI.
Riau Ikut Menopang Ekonomi Nasional
Sudah jamak dimaklumi, ekonomi Riau melalui SDA, baik minyak bumi, gas, perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan kopra), industri makanan dan minuman (terutama pengolahan kelapa sawit dan kelapa), kehutanan/kayu, dan industri kertas ikut menopang ekonomi nasional.
Ini ditunjukkan dari konstribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau dari tahun ke tahun, begitu juga dengan Produksi Domestik Nasional. Produksi minyak bumi dan gas Riau tahun 2010 sebesar Rp101,8 triliun dan sebesar Rp85,4 triliun atau 26,2 persen 2014.

Rencana Fly Over di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Sedangkan kontribusi perkebunan pada PDRB Riau naik dari 14,41 persen tahun 2010 menjadi 15,85 persen tahun 2014. Kontribusi perkebunan kelapa sawit adalah paling besar di sini. Perkembangan positif lainnya yang menonjol adalah kontribusi industri makanan dan minuman naik dari 15,69 persen tahun 2010 menjadi 19,45 persen tahun 2014, mengalahkan kontribusi minyak bumi.
Sedangkan kontribusi kehutanan dan penebangan kayu 4,65 persen tahun 2010 dan kontribusi industri kertas dari 4,16 persen tahun 2010 dan sebesar 3,61 persen tahun 2014.
Gubri menambahkan, semangat patriotisme jangan dilihat secara sempit. Harus dimaknai dengan semangat pembangunan, kerja keras dan pengabdian untuk masyarakat Provinsi Riau. APBD Riau terus meningkat dari tahun ke tahun, pada 2016 APBD Riau Rp12 triliun. Ini juga tidak lepas kerja keras untuk merealisasikan pembangunan.
Untuk memaksimalkan pembangunan Gubri mengambil berbagai kebijakan strategis, sehingga hasilnya maksimal bagi peningkatan ekonomi, menuju masyarakat Riau makmur dan sejahtera. (Advertorial Pemrov Riau/*)
Komentar Anda :