Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Duterte Siap Bantu Pemulangan 700san WNI yang Berangkat Haji dari Filipina
Kamis, 08 September 2016 - 08:40:19 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Menkum HAM Yasonna Laoly menyebut total ada 500-700 jemaah haji asal Indonesia yang lolos berangkat ke Arab Saudi lewat Filipina. Presiden Rodrigo Duterte bersedia membantu pemerintah Indonesia terkait pemulangan jemaah yang kini masih menjalankan ibadah haji tersebut.

"Saya mendapat info dari Ibu Menlu, pembicaraan Bapak Presiden dengan Presiden Duterte, menyetujui bahwa mereka tidak perlu diarahkan pada Filipina, nanti akan diarahkan langsung ke mari," ungkap Menkum HAM Yasonna Laoly di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Kemenkum HAM bersama Kemenlu juga berkoordinasi dengan Kemenag untuk melacak keberadaan 700 orang itu. Termasuk bersama dengan pihak imigrasi Filipina karena ratusan jemaah haji Indonesia memiliki dua paspor, yaitu Paspor RI dan Paspor Filipina.

"Bukan gampang mencari, warga kita aja ratusan ribu di sana lalu mencari yang 500-700 itu. Ya sesudah haji, sesudah tanggal 12 September. Kita kerjasamakan saja," kata Yasonna.

"Teman-teman di sana (melacak), dari Kemenag. Kan tentu dihalo-halo-lah diberi tahu. Dari Filipina juga. Karena Imigrasi Filipina yang tahu," lanjut dia.

Pemerintah Indonesia berencana untuk menyatukan pemulangan WNI yang berangkat haji dari Filipina. Tim terkait, disebut Yasonna, masih melakukan konsolidasi dan penelitian serta saling berkoordinasi.

"Supaya dia nanti disatupesawatkan atau bagaimana teknisnya, karena itu kan tiketnya justru ke Filipina, kan harus cari pesawat lagi," tutur politisi PDIP tersebut.

Para WNI yang beribadah haji menggunakan kuota Filipina itu dianggap sebagai korban terkait kasus humman trafficking. Berbeda dengan kasus Arcandra Tahar, mereka tidak akan kehilangan status WNInya karena tidak pernah mengucap sumpah untuk menjadi WN Filipina.

Paspor Filipina milik para WNI ini ada hanya karena kepentingan berangkat haji. Saat ini pemerintah Indonesia masih terus melakukan komunikasi dengan Filipina sebab perbuatan para WNI itu sebenarnya bisa dikenakan pidana.

"Seharusnya itu tindak pidana juga di Filipina, karena pemalsuan identitas, tapi karena hubungan baik kita (dengan Filipina), kita kerja sama," sebut Yasonna.

Indonesia selama ini juga terus berkoordinasi dengan Filipina terkait warga mereka, Mary Jane yang sudah ditetapkan sebagai terpidana mati oleh Indonesia terkait kasus narkoba meski Filipina menganggap TKW itu merupakan korban perdagangan manusia.

"Soal Mary Jane nanti kita lihatlah, memang dia juga dalam perkara yang ada di Filipina, kita bantu kok. Jaksa agung, duta besar mereka meminta interview dengan Mary Jane kita bantu," terangnya.

"Jadi kalau memang terbukti dia adalah korban human trafficking oleh hukum Filipina nanti ya tentu kita pertimbangkan, pastilah presiden memberi pertimbangan," imbuh Yasonna.

Apakah ini berarti ada barter kasus jemaah haji dengan Mary Jane antara Indonesia dengan Filipina?

"Bukan barter lah, dulu kan sebelum ada case ini mereka sudah minta itu. Kita akan bantu, sama dengan yang 177 jemaah haji itu," tandas Yasonna sekaligus mengakhiri.

Sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat