Senin, 17 Agustus 2026 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
 
 
☰ Peristiwa
Pagi Ini, Satelit Deteksi Tujuh Titik Api di Riau
Jumat, 07 Oktober 2016 - 10:03:56 WIB

PEKANBARU, Suluhriau- Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendeteksi tujuh titik api dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atas 70 persen di Provinsi Riau.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi berujar, titik api menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

"Pagi ini, satelit deteksi tujuh titik api dari total 13 titik panas di Riau. Ketujuh titik api tersebut terpantau pada dua kabupaten yakni di Siak enam titik dan sisanya di Rokan Hilir satu titik," ujarnya di Pekanbaru, Jumat (7/10/2016).

Dia menerangkan, enam titik api di Siak terkosentrasi pada satu kecamatan yaitu Kandis dengan masing-masing memiliki tingkat kepercayaan karhutla 77 persen, 79 persen, 81 persen, 85 persen dua titik, dan 92 persen. Satu titik api di Rokan Hilir terdapat pada Kecamatan Tanah Putih dengan miliki tingkat kepercayaan karhutla 77 persen. "Tapi semua titik api itu berpotensi terbakar. Apalagi bila terjadi di lahan gambut, karena provinsi ini terkenal memiliki baik hutan atau lahan bergambut yang luas," katanya.

Slamet mengatakan, 13 titik panas di Riau itu terpantau berada di tiga kabupaten yakni Siak 10 titik, lalu Bengkalis dua titik dan Rokan Hilir satu titik. Total titik panas di Sumatera dengan tingkat kepercayaan karhutla di atas 50 persen berjumlah 17 titik dengan wilayah penyebaran pada empat provinsi. "Selain di Riau, titik panas terdeteksi di Sumatera Utara dua titik, Sumatera Barat dan Jambi masing-masing satu titik," ujarnya.

Satuan tugas siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau kemarin dilaporkan, telah menyebar sebanyak 64,4 ton garam sebagai upaya modifikasi cuaca guna mempercepat proses hujan buatan.

"Total garam yang disebar hingga hari ini 64,4 ton garam. Sementara yang tersisa 9 ton garam," kata anggota Satgas Udara Karhutla Riau, Mayor Ferry Duwantoro. Program Teknologi Modifikiasi Cuaca (TMC) dilakukan BPPT bersama dengan Satgas kebakaran hutan dan lahan Satgas siaga darurat Karhutla Riau dimulai sejak pertengahan Juli 2016 lalu.

Awalnya, operasi TMC tersebut menggunakan pesawat tipe Cassa 212 dengan registrasi PK-PCT. Namun, kata dia, pesawat yang telah menyebar 40 ton garam itu diperbantukan ke Sumatera Utara.

Kini, upaya modifikasi cuaca dilanjutkan dengan pesawat jenis yang sama dengan nomor registrasi A-2107 yang juga bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Dengan A-2107, kita telah menyebar 24,4 ton garam," ujarnya. (Ant)



 
Berita Lainnya :
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    02 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    03 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    04 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    05 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    06 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    07 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    08 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    09 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    10 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    11 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    12 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    13 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    14 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    15 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    16 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    17 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    18 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    19 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    20 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    21 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    22 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat