Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Panasnya Pilgub DKI
Kader Muda Golkar: Nusron Membabi Buta Bela Ahok, Padahal Bukan Timses
Selasa, 18 Oktober 2016 - 11:30:33 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Kader muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia merasa heran dengan keputusan partainya tetap mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017.

Padahal, penolakan terhadap Ahok dari internal partai makin deras. "Setelah Ahok diusung oleh PDIP, Golkar sangat terlihat 'dikecilkan' makna dan posisinya secara politik. Namun ketika gelombang reaksi penolakan Ahok muncul begitu deras, akibat penistaan agama Islam yang dilakukan Ahok," kata Doli dilansir detikcom, Selasa (18/10/2016).

Ia merasa aneh dengan sikap dengan para petinggi Golkar yang begitu ngotot membela Ahok meski salah, salah satunya Nusron Wahid. Sementara PDIP yang disebut sebagai partai utama pengusung Ahok-Djarot terlihat lebih "santai".

"Justru yang 'mati-matian' dan 'membabi buta' membela Ahok adalah Nusron. Yang menegaskan posisinya sebagai Ketua Pemenangan Pemilu DPP Golkar, hingga sudah sampai pula menyinggung ulama dan umat Islam juga," ungkapnya.

"Sementara pengurus/kader PDIP 'sepi' dari pembelaan terhadal Ahok. Bahkan Saudara Djarot pada satu kesempatan, justru menegur Ahok. Padahal Nusron tidak dalam posisi Timses sama sekali saat ini," imbuhnya.

Situasi seperti itu, kata dia, membuat posisi Golkar semakin tidak positif di mata publik. Menurutnya, antipati terhadap Ahok yang sudah meluas secara nasional, saat ini diiringi pula dengan antipati terhadap Nusron.

"Nusron dan Golkar sekarang diposisikan sebagai kelompok yang berusaha 'membenarkan' kesalahan yang telah dilakukan Ahok. Ahoknya saja sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf tapi Nusron dan Golkar tetap 'ngotot' dan memaksakan seolah tidak ada yang salah," paparnya.

"Bila hal ini terus berlangsung, saya sangat khawatir akan berkembang pula menjadi antipati terhadap Golkar," sambung dia.

Bagi dia, sudah tidak ada alasan lain Partai Golkar untuk tetap mendukung Ahok-Djarot. Mendukung Ahok berarti sudah mencederai tagline Golkar yakni Suara Golkar Suara Rakyat.

"Apalagi tagline Golkar selama inikan 'Suara Rakyat, Suara Golkar'. Kalau mayoritas masyarakat sudah menolak Ahok, lantas untuk apalagi dasar Golkar tetap mempertahankan Ahok. Kalau bukan atas dan untuk kepentingan/suara rakyat, jadi keputusan dukung Ahok itu atas dan untuk kepentingan siapa sebenarnya, sehingga harus dipertahankan terus," bebernya. (dtc)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat