Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Peristiwa
Sudah 6 Tahun Mangkrak, Ini Kata Gubri Soal Pembangunan Pasar Cik Puan
Senin, 07 November 2016 - 09:45:39 WIB

PEKANBARU, Suluhriau- Hingga saat ini nasib pembangunan Pasar Cik Puan Jl T Tambusai belum juga berujung.

Sudah enam tahun berlalu, bangunan kontruksi pasar dibiayai APBD Pekanbaru Pekanbaru tahun 2010-2011 lalu pembangunan masih mangkrak.

Bahkan bangunan yang belum setengah jadi itu tampak makin uzur karena tidak terurus. Tiang-tiang beton penyanggah bangunan dua lantai itu kini juga terlihat tidak terawat, walau masih terlihat kokoh.

Berdasarkan catatan media ini, polemik yang dulunya menyebabkan pembangunan ini terhenti soal status lahan. Diamana dana pembangunan fisik pasar ditanggulangi Pemko, sementara lahan milik Pemrintahan Provinsi. Ada dugaan tarik ulur kepentingan dalam pembangunan ini.

Hingga dipenghujung masa kepemimpinan Firdaus - Ayat sebagai wali kota dan wakil wali kota Pekanbaru, pembangunan dan kejelasan pengelolaan Pasar cik puan tersebut masih tanda tanya.

Yang korban justru  ratusan pedagangan Pasar Cik Puan Pekanbaru itu.

Namun, atas persoalan ini, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman mengatakan, penyebab mangkraknya pembangunan pasar tersebut, karena masih terkendala adminitsrasi yang belum terselesaikan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Pemerintah Riau  terkait persoalan aset.

Ia justru mendesak Pemko untuk menyelesaikan terlebih dahulu berbagai kendala, khususnya masalah administras, apalagi pembangunan gedung pasar tradisional Cik Puan tersebut sampai selesai akan menghabiskan dana mencapai Rp 50 miliar. Sementara saat ini  dana yang sudah dihabiskan mencapai Rp20 miliar lebih melalui APBD Pekanbaru tahun 2010-2011.
 
Sementara itu, Sekko Pekanbaru HM Noer, MBs  mengatakan, Pemko Pekanbaru prinsipnya ingin melanjutkan pembangunan pasar tersebut. Namun, terganjal akibat adanya saling klaim kepemilikan aset antara Pemprov Raiu dengan Pemko Pekanbaru.

Hal tersebut membuat pedangan dan masyarakat yang menjadi korban. Sejauh ini salah satu alternatif agar pembangunan pasar bisa dilakukan yakni dikerjasamakan mengingat Pemprov Riau tidak memiliki tupoksi untuk membangun pasar karena pembangunan pasar merupakan wewenang kabupaten/kota.

Akibat lamanya pasar ini terbengkalai, beberapa pedagang Cik Puan yang ditemui Seni, (7/11/2016) mengaku tidak sanggup menunggu lama dengan kondisi kios atau TPS sekarang. Mar (47) mengatakan, butuh tempat atau pasar representatif bagi pedagang untuk menghidupi keluarganya.

Pasar Cik Puan dalam perjalanannya ada sudah mengalami kebakaran berkali-kali. Kebakaran terakhir tujuh tahun lalu, dan itu sebabnya dilakukan pembangunan baru. Sayang, kini masih terbengkalai. (yas)
 



 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat