Sudah 6 Tahun Mangkrak, Ini Kata Gubri Soal Pembangunan Pasar Cik Puan
Senin, 07 November 2016 - 09:45:39 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Hingga saat ini nasib pembangunan Pasar Cik Puan Jl T Tambusai belum juga berujung.
Sudah enam tahun berlalu, bangunan kontruksi pasar dibiayai APBD Pekanbaru Pekanbaru tahun 2010-2011 lalu pembangunan masih mangkrak.
Bahkan bangunan yang belum setengah jadi itu tampak makin uzur karena tidak terurus. Tiang-tiang beton penyanggah bangunan dua lantai itu kini juga terlihat tidak terawat, walau masih terlihat kokoh.
Berdasarkan catatan media ini, polemik yang dulunya menyebabkan pembangunan ini terhenti soal status lahan. Diamana dana pembangunan fisik pasar ditanggulangi Pemko, sementara lahan milik Pemrintahan Provinsi. Ada dugaan tarik ulur kepentingan dalam pembangunan ini.
Hingga dipenghujung masa kepemimpinan Firdaus - Ayat sebagai wali kota dan wakil wali kota Pekanbaru, pembangunan dan kejelasan pengelolaan Pasar cik puan tersebut masih tanda tanya.
Yang korban justru ratusan pedagangan Pasar Cik Puan Pekanbaru itu.
Namun, atas persoalan ini, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman mengatakan, penyebab mangkraknya pembangunan pasar tersebut, karena masih terkendala adminitsrasi yang belum terselesaikan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Pemerintah Riau terkait persoalan aset.
Ia justru mendesak Pemko untuk menyelesaikan terlebih dahulu berbagai kendala, khususnya masalah administras, apalagi pembangunan gedung pasar tradisional Cik Puan tersebut sampai selesai akan menghabiskan dana mencapai Rp 50 miliar. Sementara saat ini dana yang sudah dihabiskan mencapai Rp20 miliar lebih melalui APBD Pekanbaru tahun 2010-2011.
Sementara itu, Sekko Pekanbaru HM Noer, MBs mengatakan, Pemko Pekanbaru prinsipnya ingin melanjutkan pembangunan pasar tersebut. Namun, terganjal akibat adanya saling klaim kepemilikan aset antara Pemprov Raiu dengan Pemko Pekanbaru.
Hal tersebut membuat pedangan dan masyarakat yang menjadi korban. Sejauh ini salah satu alternatif agar pembangunan pasar bisa dilakukan yakni dikerjasamakan mengingat Pemprov Riau tidak memiliki tupoksi untuk membangun pasar karena pembangunan pasar merupakan wewenang kabupaten/kota.
Akibat lamanya pasar ini terbengkalai, beberapa pedagang Cik Puan yang ditemui Seni, (7/11/2016) mengaku tidak sanggup menunggu lama dengan kondisi kios atau TPS sekarang. Mar (47) mengatakan, butuh tempat atau pasar representatif bagi pedagang untuk menghidupi keluarganya.
Pasar Cik Puan dalam perjalanannya ada sudah mengalami kebakaran berkali-kali. Kebakaran terakhir tujuh tahun lalu, dan itu sebabnya dilakukan pembangunan baru. Sayang, kini masih terbengkalai. (yas)
Komentar Anda :