Hilang 2 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai
Minggu, 13 November 2016 - 15:20:08 WIB
PELALAWAN, Suluhriau- Salah serang pelajar SMP berinisal AK (16) ditemukan tak bernyawa Minggu, (13/112016) sekitar pukul, 06.30 WIB mengapung di permukaan sungai bawah Jembatan yang menghubungkan ke Rumah Sakit Selasih Jalan Hang Tuah Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Sebelumnya korban dinyatakan hilang pada Jumat (11/11/2016) sekitar pukul15.00 WIB. Ketika itu, korban berangkat bersama dengan 5 orang temannya untuk mencari ikan laga atau ikan upang di lokasi BTN Lama.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Herman Pelani SH, mayat korban pertama kali ditemukan M Saleh (52) warga setempat, kemudian diberitahu kepada ibu korban Arfeni (40) domisili di Barak Townsite II, Pangkalan Kerinci.
"Lalu pada pukul 18.00 wib, 5 orang temannya tersebut pulang rumah sedangkan korban tidak kembali," ujar Herman.
Tak ayal, keluarga korban bertanya kepada 5 orang temannya. Lalu mereka mengatakan korban dijemput oleh 1 orang temannya di BTN Lama dengan menggunakan sepeda motor merk Beat warna hitam.
"Berdasarkan keterangan 5 orang teman korban tersebut, korban langsung pergi dengan teman korban yang lain dan menjemput korban dengan menggunakan sepeda motor honda beat warna hitam," kata Herman.
Selanjutnya setelah lebih dari 1 hari korban tidak kembali pihak keluarga melaporkan orang hilang ke Polsek Pangkalan Kerinci. Selain melapor ke polisi, keluarga juga berusaha mencari keberadaan korban dibantu warga lainnya.
"Hingga akhirnya, saat akan berangkat bekerja dan melewati jembatan Selasih, Saleh melihat sesosok mayat yang terapung di sungai," ucap Herman.
Kemudian Saleh beserta masyarakat setempat melaporkan ke pihak kepolisian, lalu mendatangi Tempat Kejadian Perkara dan mengevakuasi mayat untuk dibawa ke RSUD Selasih.
"Sesampai di RSUD Selasih, ibu korban datang dan mengakui bahwa jenazah itu merupakan anak kandungnya," kata Herman.
Polisi melakukan permintaan visum mayat, dari hasil pemeriksaan visum luar dan hasil keterangan sementara dari dokter RSUD Selasih, bahwa tidak ditemukan adanya tanda - tanda kekerasan.
Diperkirakan bahwa korban sudah tidak bernyawa lagi selama 1 hari akibat banyaknya air yang masuk ke dalam tubuh korban. Pihak kelurga korban menolak untuk dilakukan outopsi, selanjutnya terhadap korban akan dibawa ke kampung halaman di Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi.
"Petugas telah membuat surat pernyataan penolakan dilakukan outopsi dari pihak keluarga korban. Namun, penyidik tetap bekerja menyelidiki kasus ini," pungkasnya. (yaf,rtc)
Komentar Anda :