Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Ketua MPR: Tidak Ada Makar Sipil di Negara Demokrasi
Jumat, 25 November 2016 - 11:29:01 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan (int)

SOLO, Suluhriau- Ketua MPR, Zulkifli Hasan, menegaskan tidak ada kerawanan keamanan dan politik menjelang aksi '212' di Jakarta.

Menurutnya kecurigaan akan terjadinya tidakan makar adalah hal yang berlebihan karena tidak pernah ada tindakan makar yang bisa dilakukan kalangan sipil di sebuah negara penganut sistem demokrasi.

"Tidak ada itu. Kapolri mungkin saja punya informasi atau apa. Di negara demokrasi, tidak ada makar dilakukan oleh sipil. Kecuali kalau kudeta. Tetapi negara kita ini aman kok. Aman, tidak akan ada apa-apa," ujarnya kepada wartawan usai tampil sebagai keynote speakers dalam acara Sidang Pleno Ke-11 Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (Efebi) di Solo, Jumat (25/11/2016).

Zulkifli juga mengatakan semenjak tiga bulan lalu sudah memperhitungkan kondisi seperti ini akan terjadi. Karena itu dia beberapa kali memberikan alternatif penyelesaiannya.

Namun demikian dia yakin aksi '212' nanti akan berjalan aman dan damai karena bangsa Indonesia memiliki energi sosial luar biasa. Meskipun dalam gejolak tinggi namun tetap bisa menghasilkan output damai karena semua pihak tidak ingin kebhinekaan bangsa ini dipertaruhkan.

Lebih lanjut, Bang Zul -demikian dia biasa disapa, juga mengatakan saat ini pihaknya sedang merancang sebuah dialog nasional yang melibatkan seluruh kalangan dan tokoh bangsa. Seluruh kalangan diharapkan akan bisa terwakili dalam rencana dialog atau rembug nasional itu. Karena dia yakin hanya dengan dialog, semua persoalan bangsa akan terpecahkan.

"Harus kita selesaikan dengan cara Indonesia, dengan dialog. Sekeras apapun pertentangan, semua akan menjadi cair dengan dialog dan saling bertemu atau mengunjungi. Ini bukan negara 'pokoknya', ini negara yang berdasar musyawarah untuk mufakat. Semua diajak, baik tokoh masyarakat, parpol, ormas, hingga kalangan cendekiawan. Habib Rizieq juga kita ajak ketemu agar kita tahu apa saja persoalannya," kata dia.

"Kalau ada 10 persoalan, 5 persoalan akan selesai dalam dialog. Selebihnya nanti didistribusikan kepada siapa aspirasi itu ditujukan. Jika ada aspirasi yang harus diselesaikan kepada Presiden maka akan disampaikan kepada Presiden.

Begitu juga jika aspirasi itu harus disampaikan kepada Kapolri atau Panglima TNI atau parlemen, nanti semua kita distribusikan agar aspirasi itu bisa tertangani dengan baik. Yang penting ada dialog. itu intinya," lanjut Zulkifli.

Kapan dialog nasional itu akan dilakukan? Zulkifli belum bisa memastikan. Menurutnya saat ini dia sudah enam kali bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, salah satunya untuk membahas persoalan itu. Dialog itu, kata dia, harus dilakukan tanpa beban dan kecurigaan apapun dari semua pihak. Semua harus sudah sepakat sehingga tidak lagi menimbulkan pro dan kontra terhadap hasil dialog.

"Harus pelan-pelan. Harus disepakati dulu. Kalau tidak nanti malah disalahpahami dikira ada kepentingan apa lagi kita ini. Intinya harus sepakat lalu kerjakan untuk berembug. Kekuatan bangsa ini adalah kemampuannya untuk melakukan rembug semua persoalannya," kata dia.

Sumber: detik.com



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat