Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Kemenaker: Tenaga Asing dari China Paling Tinggi Jumlahnya di Indonesia
Sabtu, 17 Desember 2016 - 15:56:51 WIB
Ilustrasi, (foto int)

JAKARTA, Suluhriau- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut tenaga kerja China yang bekerja di Indonesia menempati posisi teratas. Jumlahnya mencapai sekitar 21 ribu orang.

"Tenaga kerja asing dari China ini memang menduduki peringkat pertama saat ini, sudah sampai 21 ribu," kata Direktur Pengendalian Tenaga Kerja Asing Kemenaker, Rahmawati Yaunidar, dalam Seminar Nasional 'Serbuan Tenaga Kerja Asing ke Indonesia' di Gedung Sertifikasi Guru UNJ, Jalan Pramuka, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (17/12/2016).

Rahmawati mengatakan jumlah 21 ribu tenaga kerja dari China itu berstatus tidak tetap. Menurutnya, hal itu tidak tabu karena memang pasar Indonesia sudah terkait kontrak dengan perjanjian internasional.

"Namun tentunya ini juga perlu diperhatikan 21 ribu atau 22 ribu itu bukan tenaga kerja asing yang sifatnya tetap. Mengapa sih menggunakan tenaga kerja asing? Bukan hal yang tabu lagi, ya karena pasar kita sudah kontrak, perjanjian internasional. Kita sudah menjadi anggota WTO (World Trade Organization)," jelas Rahmawati.

Lebih lanjut lagi, dia mengatakan kebutuhan investasi berbanding lurus dengan penggunaan tenaga kerja asing. Selain itu, Rahmawati mengatakan kualitas tenaga kerja Indonesia didominasi lulusan SD.

"Karena adanya kebutuhan investasi, maka mau tidak mau tenaga kerja asing juga ikut dalam ranah ketenagakerjaan. Kondisi tenaga kerja Indonesia sendiri sudah disampaikan sangat rendah, 44,27 persen tenaga kerja Indonesia adalah lulusan SD, 18,05 persen SMP, dan 17,25 persen SMA," ujar Rahmawati.

Menghadapi hal seperti ini, Rahmawati menyebut ada kebijakan Menaker untuk pengendalian tenaga kerja asing. Selain itu, dia juga mengatakan ada peraturan pemerintah yang mewajibkan tenaga kerja asing untuk mengikuti pelatihan.

"Dalam kebijakan Menaker yaitu meningkatkan percepatan tenaga kerja, pengendalian tenaga kerja asing, dan terkonsentrasi pada penggunaaan tenaga kerja asing. Kemudian ada peraturan pemerintah, tenaga kerja asing wajib melaksanakan pelatihan," ucap Rahmawati.

"Sebenarnya yang legal itu yang punya izin, tapi banyak ditemukan ada yang tidak punya izin, pada tenaga kerja Tiongkok. Karena apa? Tenaga kerja asing itu ada aturannya, wajib memiliki izin dari menteri. RPTKA gunanya untuk izin, dilakukan penilaian kelayakan, penggunaan tenaga kerja asing ini tidak boleh perorangan, jadi harus berbadan hukum, banyak kita temukan mungkin, perusahaan-perusahaan yang mengijinkan tenaga kerja asing menggunakan visa kunjungan. Tapi sebenarnya tidak boleh," imbuh Rahmawati menjelaskan.

Sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat