Penjualan Mainan Anak-anak Mulai Lesu
Senin, 02 Januari 2017 - 16:11:00 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Krisis ekonomi menyebabkan penjualan mainan anak-anak ikut tersendat, termasuk harga mainan impor murah-meriah buatan Tiongkok juga ikut naik selama enam bulan terakhir.
Bahkan kenaikannya mencapai 30 persen sehingga pedagang semakin kelabakan. Krisis ekonomi menyebabkan penjualan mainan anak-anak ikut tersendat, termasuk harga mainan impor murah - meriah buatan Tiongkok juga ikut naik selama enam bulan terakhir, bahkan kenaikannya mencapai 30 persen sehingga pedagang semakin kelabakan karena penjualan yang lesu.
Wawan, penjual mainan anak-anak keliling, mengeluhkan penjualan yang semakin sepi. Dirinya yang sudah 30-an tahun berjualan mainan dan biasa mangkal di objek wisata mengatakan tren kartu naruto sudah hampir berlalu, sekarang laris adalah kertas binder dan robot-robotan plastik.
Namun keduanya belum bisa dibilang trend yang seperti kartu naruto, secara otomatis penjualan menurun. Bahkan saat ini anak-anak cendrung lebih suka membeli makanan dari pada mainan, apalagi belum film yabg selalu mengiringi ada tren mainan anak.
Pasokan mainan juga sedang berkurang yang diduga akibat giatnya pemeriksaan barang-barang impor dilakukan pihak terkait, akibatnya harga mainan naik, ada yang mengalami kenaikan 30 hingga persen.
Penjualan mainan anak di salah satu pusat perbelajaan di Pekanbaru, Bambang mengaku pedagang keliling menjual mainan dengan harga dua kali lipat dari harga pasaran, sehingga turut berpengaruh terhadap omzet penjualan anak-anak pada moment libur natal dan tahun baru. (slt)
Komentar Anda :