Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Gaya Hidup
Apa itu Bisht dan Thawb yang Dipakai Raja Salman, Ini Penjelasannya
Rabu, 01 Maret 2017 - 19:00:49 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Pakaian selalu menunjukkan identitas dan status sosial seseorang. Di Saudi dan negara-negara di semenanjung Arab lainnya, pakaian pun memiliki makna tersendiri.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud selalu tampil mengenakan pakaian putih yang dibalut oleh kain agak transparan berwarna cokelat keemasan. Tak hanya Raja Salman, jajarannya pun mengenakan pakaian serupa namun kain pelapisnya berwarna hitam.

Penampilan Raja Salman ketika berkunjung ke Indonesia hari ini, Rabu (1/3/2017) juga mengenakan pakaian seperti itu. Tangan kirinya ditumpangkan pada celah yang terdapat di bagian depan kain pelapis yang agak transparan itu.

Apa sebetulnya pakaian yang dikenakan Raja Salman itu?

Seorang pria di Arab Saudi biasanya terlihat mengenakan baju panjang berwarna putih. Pakaian ini disebut thawb (atau kadang disebut thobe), pakaian tradisional bagi laki-laki di Saudi dan negara-negara Arab lainnya.

Pakaian ini dipakai oleh semua kalangan mulai dari rakyat jelata hingga seorang raja. Thawb berasal dari bahasa Arab yang berarti penutup badan.

Penyebutan thawb di beberapa negara pun berbeda-beda, seperti 'kandura' di Uni Emirat Arab atau 'jubbah' di Iran. Tetapi maknanya tetap sama.

Thawb bisa berarti hanya sebuah pakaian biasa tanpa dihiasi oleh bisht, kain pelapis yang agak transparan. Tak semua orang mengenakan bisht dalam setiap kesempatan.

Bisht merupakan kain panjang yang menutupi thawb. Biasanya bisht menandakan status seseorang.

Mulanya bisht dikenakan di musim dingin saja oleh orang-orang Badui. Kini hampir tiap acara formal pasti ada bisht yang membalut thawb.

"Bisht pertama kali dijahit di Persia. Bisht diperkenalkan di Saudi saat pedagang bisht datang untuk berhaji atau umrah," ungkap seorang penjahit Bisht asal Al-Ahsa bernama Abu Salem saat diwawancara Arab News pada 7 November 2012.

Al-Ahsa disebut sebagai tempat penjahit bisht yang terbaik selama 2 abad di Saudi. Bahkan Al-Ahsa menjadi tempat penjahit bisht terbesar di negara-negara Teluk sejak tahun 1940.

Keahlian menjahit bisht di Al-Ahsa diturunkan dari generasi ke generasi. Biasanya mereka memakai nama keluarga mereka.

Pada sebuah bisht terdapat sulaman atau bordir yang disebut zari. "Bisht hitam dengan jahitan emas adalah yang paling populer, setelahnya ada krem dan putih," kata Salem.

Harga bisht bervariasi antara 100 reals hingga 20.000 reals. Harga termahal adalah bisht kerajaan yang biasanya diperuntukkan bagi pangeran, politikus, dan orang kaya.

sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat