Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Mengembangkan Bioindustri Kelapa
Sabtu, 25 Maret 2017 - 10:09:10 WIB

SULUHRIAU- Industri hilir kelapa cukup bernilai ekonomi tinggi dan menjanjikan. Kelapa juga berpotensi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Di Indonesia masih banyak rakyat menggantungkan hidup ekonomi di kelapa. Bahkan di Provinsi Riau seperti di Indragiri Hilir (Inhil) misalnya, potensi ekonomi pada usaha kelapa masih menjanjikan, tinggal bagaimana mengembangkan industri hilirnya.

Berbagai alternatif produk diversifikasi kelapa yang bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek pasar yang luas, seperti minyak goreng sehat, kelapa parut kering, karbon aktif, gula kelapa, serat sabut, nata de coco, minuman air kelapa dan lainnya.

Diversifikasi tersebut dilaksanakan dengan pengembangan bioindustri kelapa yang saat ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan potensi bahan baku dengan pola bioindustri.

Pengusahaan kelapa berdasarkan sistem bioindustri, mengharuskan pola usaha dengan memanfaatkan secara optimal potensi dari kompinen hasil kelapa berupa sabut, tempurung, daging dan air kelapa dalam proses industri. Baik secara proses maupun bioproses, dengan prinsip pengolahan zero waste.

Dalam proses integrasinya yang sesuai dengan jenis bahan baku dan produk yang akan dihasilkan, sistem pengolahan pada bioindustri kelapa dapat dibagi dalam beberapa kelompok. Yakni:  (a) Pengolahan kelapa segar; memproduksi kelapa parut kering, chip kelapa, santan kelapa, VCO, tepung kelapa, (b) Kelapa muda; berupa produk kelapa muda awetan dan pengalengan kelapa muda, (c) Kopra; memproduksi minyak dan bungkil sebagai pakan ternak, (d) Sabut untuk memproduksi serat, debu sabut sebagai media tanam dan pupuk organik, dan (e) Tempurung; memproduksi arang tempurung, karbon aktif dan tepung tempurung.

Pada pengembangan bioindustri, dibutuhkan efektivitas pembinaan dan pengendalian kegiatan pengembangan. Untuk itu, dibutuhkan wadah permanen yakni kelompok tani dan unit pengolahannya. Awalnya peran petani menyediakan bahan baku, mengolah dan memasarkan produk yang dihasilkan, dengan bimbingan teknis dan manajemen usaha dari instansi teknis sehingga secara bertahap petani termotivasi dan menambil peran utama dalam mengembangkan usaha dengan pola pikir bisnis-komersial.

Pengembangan dikatakan sukses jika produk yang diproduksi dapat dijual dengan menghasilkann laba. Lima dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba, dan digunakan untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk bioindustri kelapa adalah: (a) kualitas produk; berapa besar harga yang akan dibayar pelanggan, (b) biaya produk; berapa besar laba yang akan dihasilkan oleh unit usaha pada volume dan harga penjualan.

Kemudian (c) waktu pengembangan; kemampuan berkompetisi, perubahan teknologi, dan kecepatan menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan, (d) biaya pengembangan; merupakan komponen penting dari investasi untuk mencapai profit, dan (e) kapasitas pengembangan; merupakan aset untuk mengembangkan produk lebih efektif dan ekonomis di masa mendatang. 

Dalam upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa dan pemberdayaan kelompok tani, melalui bioindustri kelapa terutama untuk skala kelompok tani, diperlukan dukungan peralatan pengolahan dengan kapasitas 2000-2500 butir kelapa/hari, produk yang memenuhi standar mutu, tersedia pasar dan secara ekonomi menguntungkan bagi kelompok tani. Untuk bioindustri kelapa skala menengah-besar diarahkan pada pemanfaatan potensi bahan baku, limbah dan hasil ikutan secara efisien dalam proses industri.

[Dikutip dari beberapa sumber] \ [Editor: Jandri]



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat