Rapat Dipimpin Bupati, Pemkab Meranti Pastikan Stok Sembako Jelang Ramadhan 1438
Selasa, 18 April 2017 - 18:13:57 WIB
SULUHRIAU, Selatpanjang- Pemkab Kepualauan Meranti membahas berbagai persoalan menyambut Ramadhan 1438 H.
Rapat rapapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan, M.Si rapat ini melibatkan seluruh Dinas terkait, para Distributor kebutuhan pokok, serta instansi vertikal lainnya, bertempat diruang rapat kantor Bupati, Selasa (18/4/2017).
Rapat ini dalam upaya mengantisipasi ketersediaan bahan pokok dan BBM menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
Seperti dijelaskan Bupati Meranti, lonjakan harga dan ketersediaan bahan pokok dipasaran jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H, harus diantisipasi sejak dini agar tidak memberatkan masyarakat dan terjadinya Inflasi. Untuk itu Pemda perlu melakukan pemetaan kekuatan stock kebutuhan pokok masyarakat khususnya yang sangat dibutuhkan masyarakat pada moment hari besar keagamaan itu. Seperti Gula Pasir, Tepung Terigu, Minyak Goreng, Kacang Tanah, dan minuman kaleng yang banyak dikonsumsi masyarakat saat lebaran.
"Kita harus memastikan berapa stock bahan pokok yang ada dan berapa kebutuhan sehingga kekuranganya dapat diupayakan," jelas Bupati.
Selain komoditi diatas, Pemda juga memastikan ketersediaan beras, bawang merah, daging dan lannya.
Sementara menyangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti diakui Kadisperindag H. Herman sudah mulai stabil seiring dengan telah dioperasikannya 2 SPBU yang berlokasi di jalan Imam Bonjol dan Jalan Alah Air yang memberikan dampak positif bagi ketersediaan stock BBM.
Untuk saat ini seperti diterangian salah seorang perwakilan distributor, Andos, ketersediaan bahan pokok seperti Gula Pasir, Minyak Makan, Tepung Terigu maupun harganya masih stabil, namun menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri permintaan terhadap Gula Pasir, Tepung Terigu, Minyak Goreng akan mengalami peningkatan 100 persen. Dan biasanya tingginya permintaan menyebabkan stock sembako dipasaran menipis yang berdampak pada semakin mahalnya harga kebutuhan pokok. Apalagi ketika Sembako itu harus dipasok dari daerah Jawa. Dicontohkannya untuk gula jika dipasok dari negara tetangga Malaysia harga perkilo berkisar 8000 rupiah, tapi jika didatangkan dari Jawa maka akan melonjak menjadi 15000 rupiah.
Namun yang menjadi masalah masuknya barang dari negara tetangga ke Selatpanjang tidak bisa sembarangan karena ada peraturan yang mengatur. Hal itu dijelaskan oleh pihak Bea Cukai Selatpanjang Widyo. "Hingga saat ini belum ada regulasi yang mengizinkan pemenuhan kebutuhan pokok langsung dari Negara tetangga, karena untuk pemenuhan kebutuhan pokok pemerintah mengharuskan dicukupi dari dalam negeri," jelasnya sebagai perlindungan terhadap petani lokal.
Barang kebutuhan pokok dari luar negeri hanya bisa masuk melalui Tj. Balai Karimun dan Pelabuhan Dumai sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan
Dan barang barang kebutuhan pokok yang masuk ke Selatpanjang kebanyakan berasal daei Tj. Balai Karimun.
"Barang yang masuk antar pulau seperti dari Karimun dan Dumai tidak pernah ditangkap Bea Cukai kecuali Direct langsung dari luar negeri," ujar Widyo.
Hal itu ditanggapi oleh Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, dikatakannya ia sangat setuju dalam pemenuhan kebutuhan pokok mendahulukan hasil produksi lokal dalam rangka proteksi petani, namun untuk beberapa jenis barang harusnya lebih selektif agar tidak memberatkan maayarakat apalagi didaerah perbatasan seperti Meranti dimana barang kebutuhan pokok yang dipasok dari luar negeri lebih murah daripada yang berasal daei Jawa.
Ia berharap kedepan di Selatpanjang dapat dibuat pelabuhan barang dalam jumlah yang terbatas, untuk itu Bupati berencana akan bertemu Kanwil Bea dan Cukai di Karimun agar proses masuknya barang dari Karimun ke Meranti tidak terjadi kucing-kucingan lagi dengan petugas.
Zaini mewakili Forum Kebangsaan dan tokoh masyarakat dadi 10 Paguyuban yang ada berharap, ada solusi dari Pemerintah Daerah dan Forkopimda terkait tersedianya bahan kebutuhan pokok dengan harga yang tidak mahal jelang Ramadhan dan Idul Fitri.
"Harusnya ada barang yang dipasok antar pulau dan ada barang yang harus didatangkan dari negara tetangga, karena sudah menjadi kebiasaan orang di Selatpanjang masukan barang dari negara tetangga yang kebih murah harganya," ujar Zaini.
Hal senada juga dikatakan Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia, Mulyono, yang berharap proses masuknya barang kebutuhan masyarakat ke Selatpanjang dapat diperlonggar.
Mendengar masukan tokoh masyarakat, tersebut pihak Bea Cukai berjanji akan memberikan solusi terbaik, begitu juga dari Karantina, Polres Meranti dan Kejari Meranti. Yang mengetahui benar dan nyata dirasakan jika barang-barang kebutuhan pokok dilasok dari Jawa harganya jauh lebih mahal dan sangat mmberatkan maayarakat di Meranti yang sebagian besar masih miskin.
"Jika masalah ekonomi terjadi, tentu ujung-ujungnya akan terjadi gangguan keamanan, kami dari Polres berharap kelangkaan bahan pokok tidak terjadi agar kestabilan harga terjamin," ujar Wakapolres Meranti Kompol Wawan yang juga didukung Danramil Selatpanjang Mayor. B. Tambunan.
Terkait masukan dari Camat Tebing Tinggi Rizki Hidayat dan Camat Tebing Tinggi Barat Helfandi, yang menyarankan dilakukannya operasi pasar dan pengawasan dilapangan agar tidak terjadi lonjakan harga.
Kadisperindag Meranti H. Herman, mengaku pihaknya telah memben
Komentar Anda :