Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
Tak Ada yang Salah dengan Melamun
Sabtu, 29 April 2017 - 14:46:54 WIB
iilustrasi

SULUHRIAU- "Jangan suka melamun, nanti masuk setan dan kesurupan". Itu kerap terdengar dan nasihat sekaligus mungkin candaan orang-orang ketika mendapati temannya memandang dengan tatapan kosong seraya bergeming ketika yang lainnya asyik berbincang.

Bagi sebagian besar orang, melamun dipandang sebagai kegiatan yang hanya membuang-buang waktu dan tak berfaedah sama sekali. Satu dua orang bahkan mengaitkannya dengan hal mistis seperti potensi kerasukan roh jahat. Namun, beberapa hasil studi menemukan efek sebaliknya dari melamun.

Susan Whitfield-Gabrieli dan John Gabrieli, neuroscientists dari Massachusetts Institute of Technology, mengemukakan argumen mereka dalam Scientific American bahwa ada kaitan antara kebiasaan melamun dengan skor IQ seseorang.

Menelaah mengenai inteligensi memang tidak pernah mendatangkan satu tafsiran saja. Namun, studi yang dilakukan kedua orang ini memberi masukan menarik bahwa kegiatan yang selama ini dianggap tidak produktif pun ternyata menyimpan potensi positif bagi seseorang.

Susan dan John Gabrieli mengutip sejumlah penelitian yang memeriksa bagaimana pengaruh kondisi otak seseorang saat diistirahatkan atau sedang melamun terhadap skor IQ seseorang. Dari hasil studi yang ada, ditemukan bahwa kebiasaan melamun atau mengistirahatkan otak membuat kecenderungan skor IQ seseorang lebih tinggi. Susan dan John lantas berasumsi bahwa kemampuan seseorang dalam mengaitkan ide-ide kreatif berelasi dengan kebiasaannya melamun tersebut.

Keuntungan dari kegiatan melamun lainnya dipaparkan oleh Hal McDonald Ph.D. dalam situs Psychology Today. Di sana, ia mencantumkan hasil studi dari York University yang menemukan bahwa kebiasaan melamun para responden berkaitan dengan meningkatnya kemampuan menentukan tujuan hidup secara konkret dan spesifik.

Pemikiran spontan yang berasosiasi dengan aktivitas melamun memicu pemikiran-pemikiran seputar masa depan yang membantu seseorang mengklarifikasi apa yang benar-benar ingin diraihnya kelak. Ketika seseorang memikirkan tentang tujuan-tujuan dalam hidup yang ingin dicapainya, secara bersamaan ia juga sedang melatih kewaspadaan diri dan mengenali pribadinya dengan lebih baik lagi. 

Saat melamun, seseorang dapat mengakses aneka memori, emosi, dan pengetahuan yang tersimpan di dalam pikirannya, demikian pendapat Amy Fries, penulis Daydreams at Work: Wake Up Your Creative Powers sebagaimana dilansir BBC.

“Melamun adalah cara kita mengakses gambaran besar dalam pikiran kita. Saat melakukannya, Anda bisa memvisualisasikan atau menyimulasikan sejumlah kejadian dalam kepala,” ujar Fries.

Visualisasi ini bisa membantu orang mendapatkan perspektif anyar dalam memecahkan masalah atau menghubungkan berbagai pemikiran yang melahirkan ide orisinal.

Kegiatan melamun sering kali dilakukan saat seseorang merasa bosan. Terkait dengan hal ini, David Burkus justru melihat adanya potensi positif dari kebosanan dan kegiatan melamun. Dalam Harvard Business Review  ia berargumen, semakin bosan seseorang, semakin tinggi kemungkinannya untuk melamun dan semakin tinggi pula potensinya menjadi kreatif.

Bagaimana bisa? Burkus menyatakan, saat melamun atau mengistirahatkan otak dari perhatian terhadap hal yang dianggap membosankan, pikiran seseorang akan mencari ‘mainan’. Bayangkan seorang anak kecil yang tengah berada dalam perjalanan panjang di mobil bersama orangtuanya. Sejumlah aksi akan dilakukannya untuk mengentaskan kebosanan di perjalanan tersebut, bukan? Aksi-aksi yang dilakukan untuk mengentaskan kebosanan ini—termasuk ketika orang dewasa melamun—itulah yang bisa memicu lahirnya ide-ide kreatif.

Membiarkan pikiran berkelana juga mampu menajamkan kemampuan mengingat seseorang. Salah satu hal yang lumrah dilakukan seseorang saat melamun adalah menciptakan macam-macam imajinasi di kepala. Imajinasi ini dapat melatih seseorang mengumpulkan informasi-informasi spesifik yang pernah didapatkannya atau dengan kata lain, merehabilitasi memori seseorang seperti tertulis dalam situs Huffingtonpost.

Melihat bermacam-macam hal baik yang bisa ditimbulkan dari melamun seperti yang telah dipaparkan, seseorang tak perlu merasa bersalah lagi jika kedapatan pikirannya sedang berkelana dengan melamun. Bisa jadi dari kegiatan tersebut, gagasan-gagasan inovatif muncul dan justru mampu memompa produktivitas dan performa seseorang dalam berkarya. Jadi, Apakah Anda sering melamun?  [tirto.id, jan]






 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat