Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Limbah Abu PLTU Program 35.000 MW Diolah Jadi Struktur Jalan
Minggu, 04 Juni 2017 - 12:00:22 WIB
Foto int

SULUHRIAU, Jakarta - PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) Sektor Pembangkitan Asam-Asam berinovasi dalam pengelolaan lingkungan. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Abu Terbang dan Abu Dasar (FABA) yang dihasilkan PLTU sebagai Road Base (struktur jalan).

Pengelolaan ini merupakan pertama kali yang berhasil diimplementasikan dari PLTU PLN lainnya yang ada di Indonesia. Pemanfaatan ini berangkat dari banyaknya volume produksi FABA yang dapat mencapai 40 ton per hari.

Bahkan, deposit FABA di penampungan (ash pond) PLTU Asam-Asam saat ini mencapai kurang lebih 356.000 ton.

Implementasi pemanfaatan limbah B3 FABA ini ditinjau langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Dirjen Ketenagalistrikan Ir. Munir Ahmad, Direktur Perijinan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sayid Muhadhar, Kepala Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kepala Divisi Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan Lingkungan (K3L) PT PLN (Persero) Helmi Najamuddin di PLTU Asam Asam, Jumat (2/6/ 2017).

Kepala Divisi K3L PT PLN (Persero) Helmi Najamuddin dalam kesempatannya menyampaikan bahwa program pengelolaan limbah ini sejalan dengan salah satu misi PLN, yaitu menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

"Program 35.000 MW berpotensi meningkatkan produksi fly ash dan bottom ash juga, maka dari itu perlu penyerapan dan pemanfaatan yang sebanding demi terjaganya lingkungan," jelas Helmi, dikutip dari lansiran detik.com Ahad, (4/6/2017)

Helmi juga menambahkan ke depannya PLN terus akan mengembangkan penelitian lainnya terkait pemanfaatan limbah B3. "Ini akan terus kita kembangkan, terutama dalam sektor pembangunan infrastruktur dan pekerjaan umum," ujarnya.

Program ini juga sebagai bentuk dukungan PLN terhadap kesepakatan bersama antara Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dirjen PSLB3 KLHK, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR tentang Kerjasama Penelitian Pengembangan dan Penerapan Teknologi serta Percepatan Pemanfaatan Abu Terbang (Fly Ash) dam Abu Dasar (Bottom Ash) dari PLTU Batubara untuk pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

PLTU Asam Asam sendiri juga telah mengantongi izin dari KLHK terkait pengelolaan limbah yang dilakukan yaitu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK. 942/Menlhk/Setjen/PLB.3/12/2016. Sementara Implementasi yang telah dilakukan PLTU Asam Asam saat ini yaitu pembuatan akses jalan PLTU sepanjang 1 km. [dtc]

Editor: Khairul



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat