Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Kesehatan
Asma, Rokok dan Polusi 'Renggut' 3,6 Juta Nyawa di Dunia
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 12:54:56 WIB
(Foto REUTERS/Srdjan Zivulovic)

SULUHRIAU- Sebuah penelitian terbaru merilis sejumlah penyakit paru-paru yang paling mematikan. Ada dua penyakit paru-paru, salah satunya disebabkan rokok yang telah membunuh 3,2 juta orang di dunia pada tahun tersebut.

Diberitakan AFP, The Lancet Respiratory Medicine merilis hasil penelitian terbaru mereka dan menyebut ada dua penyakit paru-paru yang paling mematikan dan telah membunuh 3,6 juta orang di seluruh dunia.

Dua penyakit tersebut adalah penyakit paru obstruktif kronis (COPD) yang sebagian besar disebabkan oleh merokok dan polusi, dan asma yang menyebabkan 400 ribu orang meninggal.

COPD merupakan kelompok kondisi tertentu dari paru-paru yang menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas, beberapa di antaranya adalah emfisema dan bronkitis.

Studi yang dilakukan menemukan prevalensi asma di tahun penelitian meningkat dua kali lipat, namun untuk COPD melonjak delapan kali lipat.

Penelitian itu menyebut pengobatan untuk kedua penyakit tersebut sebenarnya mampu dijangkau berbagai lapisan masyarakat, namun yang kebanyakan terjadi adalah tidak terdiagnosis, salah didiagnosis, atau tidak terobati.

COPD menjadi peringkat ke-empat penyebab kematian di dunia pada 2015 menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Peringkat pertama penyebab kematian ditempati oleh penyakit jantung dengan 9 juta kasus, stroke dengan enam juta kematian, dan infeksi pernapasan bawah sekitar 3,2 juta kematian.

Penelitian yang dilakukan oleh The Lancet Respiratory Medicine itu dipimpin oleh Theo Vos, seorang profesor di Institut of Health Metrics and Evaluation di the University of Washington.

Vos dan tim menganalisis data dari 188 negara untuk mengamati, di masing-masing negara, jumlah kasus kematian dan penyebabnya setiap tahun dari 1990 hingga 2015.

Prevalensi COPD dan rasio kematiannya menurun pada periode pengamatan tersebut, namun jumlah kematian cenderung meningkat hampir 12 persen. Meningkatnya jumlah kematian ini ditengarai karena bertambahnya angka penduduk.

Untuk kasus asma, prevalensi naik hingga 13 persen hingga menjadi 358 juta orang di seluruh dunia. Namun angka kematian menurun hingga seperempatnya.

"Penyakit ini kurang mendapat perhatian dibandingkan penyakit kronis tidak menular lainnya seperti kardiovaskular, kanker, atau diabetes," kata Vos dalam pernyataannya.

Studi tersebut menemukan sejumlah negara dengan kejadian COPD tinggi pada 2015 adalah Papua Nugini, India, Lesotho, dan Nepal.

Sedangkan untuk asma, penyakit ini banyak ditemukan di Afghanistan, Republik Afrika Tengah, Fiji, Kiribati, Lesotho, Papua Nugini, dan Swaziland.   

Sumber: CNNIndonesia.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat