Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
2.600 Rumah Dibakar di Rakhine, Warga Rohingya Mengungsi
Minggu, 03 September 2017 - 12:55:03 WIB
Warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh dengan jalan kaki (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

SULUHRIAU, Jakarta - Lebih dari 2.600 rumah dibakar habis di wilayah Rakhine, Myanmar, yang banyak ditinggali etnis minoritas muslim Rohingya. Militer Myanmar menyalahkan militan lokal Rohingya atas pembakaran itu, namun organisasi HAM internasional menuding militer Myanmar yang bertanggung jawab.

Sejauh ini, badan pengungsi PBB UNHCR melaporkan, sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di wilayah Rakhine, sejak pekan lalu. Namun dilaporkan tidak semuanya berhasil masuk ke wilayah Bangladesh.

Konflik itu dipicu bentrokan antara militer Myanmar dengan militan lokal yang disebut sebagai Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). Kelompok itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap sejumlah pos keamanan Myanmar di Rakhine.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (3/9/2017), otoritas Myanmar menyalahkan ARSA atas aksi pembakaran rumah-rumah warga sipil di Rakhine itu. Militer Myanmar menegaskan pihaknya menggelar operasi militer di Rakhine untuk memusnahkan ARSA.

"Total 2.635 rumah dari desa Kotankauk, Myinlut dan Kyikanpyin dan dua distrik di Maungtaw dibakar habis oleh teroris ekstremis ARSA," sebut surat kabar nasional Myanmar, Global New Light of Myanmar, dalam laporannya.

Namun keterangan sejumlah besar warga Rohingya yang berhasil kabur ke Bangladesh, menyebut aksi pembakaran dan pembunuhan di Rakhine didalangi oleh militer Myanmar sendiri. Menurut warga Rohingya, hal ini dilakukan untuk mengusir mereka keluar dari Rakhine.

Keterangan warga Rohingya ini didukung oleh analisis citra satelit yang diteliti oleh organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW). Dalam pernyataannya, HRW menegaskan, pasukan keamanan Myanmar dengan sengaja melakukan pembakaran di Rakhine.

"Citra satelit terbaru menunjukkan kehancuran total sebuah desa muslim dan memicu kekhawatiran serius terhadap level kehancuran di negara bagian Rakhine bagian utara yang mungkin jauh lebih buruk dari yang diperkirakan," ucap Wakil Direktur HRW untuk Asia, Phil Robertson.

Perlakuan tak manusiawi terhadap warga Rohingya, yang jumlahnya dilaporkan mencapai 1,1 juta orang, menjadi tantangan terbesar pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi. Kritikan dari banyak negara menghujani Suu Kyi yang dianggap diam saja dan tak membela minoritas di negaranya. 

Sumber: detik.com | Editor : Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat