Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Pengkhianatan G30S/PKI
Fakta PKI dalam Angka
Sabtu, 30 September 2017 - 11:45:57 WIB
Ilustrasi oleh Mardiah (dikutip dari republika.co.id)

SULUHRIAU- Hari ini, tepat 52 tahun lalu PKI melakukan upaya pemberontakan. Upaya itu diwujudkan lewat Gerakan 30 September yang lebih dikenal G30S PKI.

Berikut kami sajikan fakta angka dari PKI yang diambil dari berbagai sumber:

1
Jenderal Abdul Harris Nasution adalah satu-satunya jenderal yang berhasil selamat di malam percobaan penculikan dan pembunuhan oleh PKI pada Kamis, 30 September 1965. Pada 1 Oktober 1965, Jumat Legi dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, Jenderal Nasution melarikan diri dengan melompati pagar rumah yang berbatasan dengan Kantor Kedubes Irak. Namun, kakinya sempat ditembak Pasukan Tjakrabirawa yang dikomandoi Letkol Untung Syamsuri.

3
Sepanjang perjalanan sejarah Indonesia, PKI tercatat sudah tiga kali melakukan pemberontakan terhadap pemerintah. Upaya pemberontakan dan mengkudeta pemerintah tersebut terjadi pada 1926, 1948, dan 1965.

4
Selain enam jenderal, empat orang juga menjadi mangsa PKI pada peristiwa Gestok. Keempat orang itu adalah Ade Irma Suryani (putri Jenderal AH Nasution), Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr J Leimena), Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta), dan Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta).

7
Enam jenderal dan satu perwira muda TNI AD berpangkat kapten menjadi korban penculikan dan pembunuhan PKI pada malam 30 September 1965. Enam jenderal itu adalah Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi), Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi), Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan), Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen), Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik), Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat), dan Kapten Lettu CZI Pierre Andreas Tendean (Ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution).

12

Sehari setelah menerima Surat Perintah 11 Maret atau 12 Maret 1966, Menpangad Letjen Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1/3/1966 untuk membubarkan PKI dan menyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia.

Keputusan itu dikeluarkan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan serta putusan Mahkamah Militer Luar Biasa terhadap tokoh-tokoh PKI yang dituding terlibat dalam peristiwa G30S. Selain itu, keputusan pembubaran PKI diperkuat dengan Ketetapan MPRS Nomor XXV/1966.

30
Penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal dilakukan pada Kamis, 30 September 1965 malam. Setelah disiksa dan dibunuh, jenazah enam jenderal dan satu perwira muda AD dibuang ke dalam sebuah lubang di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sumber : Republika.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat