Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kesehatan
BKKBN RI Sebut Rohul Daerah Tergolong Kasus Tertinggi Gizi Buruk di Indonesia
Senin, 13 November 2017 - 09:23:36 WIB
Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI, Dwi Sulisyawardani

SULUHRIAU, Pekanbaru- Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI, Dwi Sulisyawardani mengatakan, BKKBN memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) karena kasus gizi buruk di daerah ini tergolong tinggi di Indoensia.

"Khusus di Provinsi Riau, BKKBN memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Rokan Hulu, karena kasus gizi buruk di Rokan Hulu merupakan tergolong tinggi di Indoensia," kata
Dwi Sulisyawardani sempena peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53, Ahad (12/11/2017) di Pekanbaru.

Dijelaskannya, masalah gizi buruk katanya menjadi momok di HKN ke 53 tahun 2017. Tingkat prevalensi angka gizi buruk  yakni mencapai 5,7 persen dan gizi kurang 13,9 persen.

Dikatakan, angka kematian bayi dan anak balita (bawah lima tahun) akibat kurang gizi di Indonesia umumnya masih memprihatinkan.

Dwi sulisyawardani menambahkan, selain kebutuhan nutrisi anak yang tidak terpenuhi, perilaku tidak tepat orangtua dalam menyajikan makan bagi bayi dan balita juga menjadi penyebab kurang gizi pada anak masih tinggi.

Menurutnya, kebutuhan nutrisi harus diperhatikan pada 1.000 hari pertama kehidupan, agar anak tumbuh baik, memiliki imunitas dan menjadi cerdas.

Perbaikan gizi kurang pada anak Indonesia hingga kini masih belum optimal, bisa dilihat dari hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) kementerian kesehatan (Kemenkes) 2013 yang menunjukkan masalah stunting (anak pendek) pada anak balita masih serius dengan prevalensi mencapai 37,2 persen.

Selain nutrisi, faktor hormonal juga berpengaruh terhadap pertumbuhan optimal anak, seperti tiroid, hormon pertumbuhan, hormon tulang dan hormon pubertas. [slt]

 



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat