Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Dewi Angkat Nama Bengkalis atas Olahan Biji Getah Jadi Kerupuk dan Mesin Pemecah
Minggu, 19 November 2017 - 10:44:40 WIB
Dewi Melinda, S.Pd,

SULUHRIAU, Bengkalis- Karet alias getah dengan nama ilmiah hevea brasilinsis memiliki banyak manfaat untuk ekonomis. Namun, tidak semua orang tahu nilai ekonomisnya tidak hanya pada 'susu' batanya (getah).

Bagi masyarakat di Sumatera, terkhusus di Provinsi Riau, lebih khusus lagi Kabupaten Bengkalis sebagian punya kebun karet dan bahkan banyak juga bahkan berprofesi sebagai penakek/penyadap karet.

Karet sempat mengalami kejayaaan, namun kini harga getah tidak lagi mempesona. Meskipun demikian, tidak menyurutkan petani menakek batang getah setiap pagi. Yang penting  bagi petani, “susu” dari batang getah terus mengalir dan menetes.

Ternyata tidak hanya persoalan harga, petani akan menghadapi waktu libur tetap, sehingga harus menggantungkan pisau sadap di batang karet. Atas fenomena tersebut, seorang perempuan asal Bengkalis Dewi Melinda, S.Pd, terketuk untuk mencarikan solusi terbaik, supaya petani tidak terkutat dengan susu getah saja. Sebab, tidak hanya “susu”-nya saja bisa dimanfaatkan, ada bagian lain yang selama ini terabaikan, bila diolah mendatangkan rupiah.

Yakni, biji getah alias biji karet, atau sebagian masyarakat Bengkalis menyebutnya buah para. Berawal ketika datang ke kebun karet milik orang tuanya, Putri dari pasangan Janawiyanto alias Heri dan Iis Sugiarti alias Tutik ini, menyaksikan biji getah berserakan, tidak ada yang pedulli. Kalaupun ada yang mengutip, hanya segelintir saja, itupun sebagai bibit cantuman (getah kawin).

Lantas lulusan Jurusan Sejarah, FKIP Universitas Riau ini, berpikir menjadikan biji getah bernilai ekonomis. Bersama sang ibu, Dewi mengutip biji getah ini, untuk diolah  menjadi panganan atau cemilan, yang kelak bernilai ekonomis.

“Awalnya, bingung mau diolah jadi apa. Lantas muncul ide, membuat kerupuk biji getah (buah para),” ujar guru pelajaran Sejarah dan Pembimbing UMKM KIR Al Banna, MAN 1 Bengkalis ini.

Dengan tekad dan kemauan yang kuat untuk mengolah biji getah itu menjadi bahan baku panganan. Untuk mengolah biji getah ini, Dewi mengajak anak didiknya yang tergabung dalam UMKM KIR Al Banna MAN 1 Bengkalis, sebagai pelajaran tambahan alias ekstra kurikuler. Mulai dari membuka cangkang, memisahkan dagingnya dan merebus.

Setelah mengetahui rasa dan kelezatan kerupuk biji getah yang diolah, membuat anak pertama dari dua bersaudara ini semakin tertantang menambah varian lainnya dari biji getah ini. Mulai dari sambal balado biji getah, coklat biji getah, biskuit biji getah bahkan pakan ternak ayam dan ikan.

Tidak sampai di situ, agar temuannya diterima masyarakat dan memenuhi strandar kesehatan maupun halal. Dewi mau tidak tinggal diam, dara Desa Berancah, Kecamatan Bantan ini, terus putar otak, agar temuannya bisa dikonsumsi khalayak ramai.

Lantas mendaftarkan panganan dari biji getah kepada pihak terkait. “Alhamdulillah, sudah dinyatakan lulus uji Puskesmas, sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam waktu dekat BPOM akan segera turun ke MAN 1 Bengkalis,” tandas Dewi.

Agar temuannya dalam mengolah panganan biji getah semakin dikenal, pada bulan Agustus 2017 Dewi bersama anak muridnya mengikuti lomba inovasi yang ditaja Balitbang Bengkalis.
Berkat kesungguhannya, di ajang itu Dewi dengan produk DewRA Paragu memperoleh nominasi 5 besar sebagai guru pembimbing siswa dalam inovasi.

Berbekal nominasi lima besar itu, pada 11 November 2017, Dewi dibantu sang mama Iis Sugiarti alias Tutik, ikut perlombanaan inovasi pengelolaan panganan berbahan baku ungulan lokal Riau di Balitbang Provinsi Riau.

Dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB, di hadapan sang juri, Dewi bersama sang mama, memperagakan pembuatan cemilan dengan nama DewRa biskuit Paragu. Makna dari DewRa adalah Dewi mengolah buah para (biji getah), Paragu gabung dari buah para dan sagu.

Berkat kesabaran, mengolah biji getah ini, Sabtu 11 November 2017, DewRa mampu menyisihkan para inovator pangan se-Provinsi Riau bahkan dari Kota Solo, Jawa Tengah. DewRa berhasil meraih juara kedua, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis di kancah provinsi.

“Awalnya tidak percaya, karena peserta dari seluruh Provinsi Riau bahkan dari Solo Jawa Tengah. Juara satu dari kueh kering ikan patin dari Bagian Gizi Pekanbaru. Tapi nyatanya Dewi dinyatakan sebagai pemenang juara dua pada lomba bergengsi tingkat Provinsi Riau,” ungkapnya.

Kerja kerasnya semakin memperkenalkan produknya. Terbukti, sejak saat itu, beberapa instansi memesan produk DewRa untuk dipasarkan. Mulai dari Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kadin Provinsi Riau sudah memesan. Rencananya, pihak Kadin Provinsi Riau akan memasarkan DewRa di Bandara Sultan Syarif Kasim di Pekanbaru. “Alhamdulillah, produk panganan dari biji getah mulai gemari,” katanya.

Saat ini, Dewi dan kawan-kawan menampung biji getah dari petani dengan harga Rp3.000 per kilogram untuk bahan baku. Dakui saat ini, biji getah yang dibeli dari petani belum banyak, karena masih terbentur modal.

Untuk memudahkan kerja dalam mengolah biji getah, Dewi bersama tiga anak didiknya, M Razip, Surya Maulana dan Sahrudin menciptakan mesin pemecah biji getah. Memanfatkan Sanyo, mesin buatannya sudah sangat membantu dalam memecah biji getah. Nama mesin temuannya, dilebeli Mrs UD. Dewlateks, merupkan gabungnan nama dari M Razip, Surya Udin dan Dewi temuan biji getah. [Rls, Editor: Jandri]



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat