Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Setelah Kalah Voting, AS Pangkas Anggaran untuk PBB
Rabu, 27 Desember 2017 - 13:09:40 WIB

SULUHRIAU, Washington-  Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengurangi anggaran untuk Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) secara signifikan untuk tahun anggaran 2018-2019.

Kebijakan ini ditafsirkan sebagai desakan lebih lanjut dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang ingin menggiring pengambilan keputusan di badan internasional tersebut sesuai kehendaknya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan saat musim liburan ini, misi AS untuk PBB mengatakan, anggaran tahun depan akan dikurangi sekitar lebih dari 285 juta dolar AS. Pengurangan yang tidak ditentukan juga akan diberlakukan pada manajemen dan tunjangan jabatan PBB.

Namun, tidak dijelaskan keseluruhan anggaran atau menentukan dampak penurunan dari kontribusi AS.

"Kami tidak akan lagi membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan," kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, dikutip the Guardian, Rabu (27/12).

Dia mengatakan bahwa selama ini PBB terkenal dengan inefisiensi dan terlalu menghambur-hamburkan anggaran.

Dalam pernyataannya, Haley mengaku senang dengan hasil negosiasi anggaran, dan mengatakan misi AS akan terus mencari cara untuk meingkatkan efisiensi PBB sekaligus melindungi kepentingannya.

Momentum pengumuman tersebut menyiratkan pesan yang jelas. Pada Kamis (21/12), Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara dengan hasil 128-9 yang mengecam pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Usai pemungutan suara, Haley mengingatkan majelis bahwa AS merupakan penyumbang terbesar PBB.

"Dan kami akan mengingat pemungutan suara ketika kami dipanggil sekali lagi untuk membuat kontribusi terbesar di dunia kepada PBB, dan kami akan ingat ketika banyak negara memanggil kami, seperti yang sering mereka lakukan, untuk membayar lebih dan menggunakan pengaruh kami untuk keuntungan mereka," kata Haley.

Sebelum pemungutan suara, Trump mengatakan dalam sebuah rapat kabinet, "Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tidak peduli. Tapi ini tidak seperti dulu di mana mereka bisa memilih melawan Anda dan kemudian Anda membayar mereka ratusan juta dolar. Kita tidak akan dimanfaatkan lagi."

Berdasarkan Piagam PBB, AS bertanggung jawab atas 22 persen dari anggaran operasional tahunan organisasi tersebut. Jumlah itu mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS pada tahun 2017-2018 dan 28,5 persen dari biaya operasi pemeliharaan perdamaian yang diperkirakan mencapai 6,8 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Sumber: Republika.co | Editor:  Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat