Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Ustaz Abdul Somad, Pendakwah Lantang di Pusaran Provokasi
Jumat, 29 Desember 2017 - 10:29:18 WIB

TERKAIT:
 
 

SULUHRIAU- Sesosok pria tinggi besar muncul dari balik pintu lift di lantai 2 Gedung Sarana Jaya, Jakarta, pada Kamis (28/12) pukul 11.05 WIB.
Dibantu barisan simpatisan Front Pembela Islam, ia membelah kerumunan manusia. Di belakangnya, muncul sosok yang dinanti, Ustaz Abdul Somad (40). Lantunan salawat pun berkumandang.

Somad langsung masuk ke aula yang tak terlalu besar untuk berceramah bertajuk Islam sebagai Solusi Menjawab Problematika Ummat. Ini merupakan bagian dari rangkaian safari dakwahnya pada 28-29 Desember. Ketatnya penjagaan membuat warga yang hendak berswafoto dan pewarta yang bermaksud mewawancarainya pun gagal.

Lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir, ini langsung tancap gas membagikan ilmunya kepada para jemaah. Secara garis besar, ia menceritakan ada tiga masalah utama umat, yaitu kemanusiaan, perbedaan keyakinan, dan hawa nafsu. Ia menjelaskan dengan ringan bahwa Islam ditakdirkan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Ratusan anggota jemaah yang sudah dibuat menunggu berjam-jam, karena jadwal ceramahnya adalah pukul 09.00 WIB, mampu dibuat menikmati kajian tersebut. Tak jarang, Somad, yang ketika itu berkostum kemeja putih panjang, serban hijau, dan peci hitam, menyelipkan humor.

Misalnya, saat seorang jemaah bertanya kepada Somad. Ia mengaku gundah karena baru saja melakukan pendekatan atau ta'aruf dengan seorang perempuan penghafal Alquran. Masalahnya, dirinya bukan penghafal Alquran. Ada ketakutan bahwa dirinya tidak bisa menjadi imam yang baik bagi perempuan tersebut.

"Kalau kamu pusing, ya buat saya saja," Somad berseloroh, disambut gelak tawa jemaah. Namun demikian, ia tetap melanjutkannya dengan penjelasan yang detail dari sisi agama.

Selain itu, candaannya muncul ketika ia bicara soal kesombongan. Somad pun menyarankan jemaah untuk sering bertaubat kepada Sang Pencipta.

"Taubatlah engkau. Tapi jangan taubat mengundang Ustaz Somad," ucapnya.

Di mata jemaah, Somad dikenal sebagai pendakwah yang humoris. Gaya humorisnya pun menular kepada sikapnya dalam memandang suatu masalah. Dia selalu santai menanggapi persoalan.

Hal itu terlihat dari pandangan Somad yang tak mau ambil pusing terhadap dua penolakan terhadap dirinya saat hendak berceramah di penghujung 2017. Pertama, penolakan di Bali. Pada Jumat (8/12), Hotel Aston, Denpasar, tempatnya menginap, didatangi oleh sejumlah orang, sembari mengeluarkan sejumlah tudingan anti-NKRI kepadanya.

Hal itu disebut tak lepas dari cuitan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali Arya Wedakarna yang dianggap provokatif. Anggota Fraksi-PKB di DPR Lukman Edy mengadukannya ke Badan Kehormatan (BK) DPD. Kuasa hukum Abdul Somad, Kapitra Ampera, mengadukan tindak persekusi itu ke Komnas HAM.

Kedua, penolakan di Hong Kong, pada Sabtu (23/12). Somad ditolak otoritas Hong Kong saat hendak memberi ceramah kepada TKI. Kontroversi menyebar di medsos. Ada akun yang mencibirnya, banyak pula yang membelanya mati-matian.

Saat pihak lain sibuk membelanya, lalu bagaimana Somad menyikapi penolakan-penolakan itu?

Ustaz lulusan Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Maroko, ini tak hirau dengan hujatan kepadanya. Menurut Somad, masih banyak hal yang bisa diurus ketimbang membalas caci-maki. Ia tidak ingin menghabiskan energi untuk hal semacam itu. Baginya, musuh sebenarnya adalah kebodohan dan kemiskinan.

Ia pun meminta jemaah untuk meneladani sikap Nabi Muhammad SAW saat dihina orang lain. "Saya cuma minta, Ya Allah, berikanlah mereka hidayah. Berikanlah anak cucu mereka menjadi golongan yang mengagungkan-Mu," ucapnya.

Dalam hal penolakan dari otoritas Hong Kong, ia cuma mengklarifikasi melalui fanpage-nya di facebook dengan netral, dan menyebutkan bahwa tidak ada penjelasan resmi dari otoritas soal sebab penolakan terhadapnya itu.

"Sebagai warga negara yang taat, saya kembali. Saya sudah serahkan semuanya ke Pemerintah," aku Somad.

Somad, yang juga penulis buku 99 Pertanyaan Seputar Sholat, mengaku sedang berfokus menggalang bantuan pembangunan masjid, musala, dan sekolah Al-Quran di berbagai daerah pedalaman di Indonesia. "Saya sibuk berdakwah saja," akunya.

Hal ini sejalan dengan imbauan dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi. Bahwa, Somad sebaiknya tak terprovokasi dengan penolakan tersebut. "Semoga beliau sabar dan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Menurut Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Ahmad Zakiyuddin, dikutip dari Antara, Somad memang merupakan tokoh Islam yang ramah dan damai, bukan sosok radikal yang patut ditakuti oleh negara manapun.

Sumber: CNNIndoenesia.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat