Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Ustaz Abdul Somad, Sang Phenomenon dari Tanah Melayu
Sabtu, 30 Desember 2017 - 13:10:36 WIB

SULUHRIAU- Sempat ditolak dan dipersekusi di Bali, disambut meriah di Serambi Mekah. Begitulah yang dialami Abdul Somad, Lc, MA.

Penceramah berdarah Melayu Deli dan Melayu Riau ini tampil di Banda Aceh bersama Habib Novel Alaydrus dalam rangka mengenang 13 tahun bencana Tsunami Aceh, 26 Desember lalu.

Tak cuma diberi tumpangan Toyota Alphard seri terbaru dengan nomor inisial sang ustad, BL 1 UAS (Ustad Abdul Somad). Oleh panitia keduanya juga dipeusijuek (ditepungtawari) dan dikenakan pakaian adat Aceh. Sehingga, keduanya persis seperti sepasang linto baro (pengantin pria).

"Tidak pernah terlintas di pikiran saya, akan mengenakan pakaian kebesaran ini. Selain kebesaran (besar) juga keberatan (berat)," canda Somad di hadapan ribuan jamaah yang memadati Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Humor dan candaan selalu diselipkan ustaz kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 itu. Tak heran bila para jamaahnya tahan hingga lebih dari satu jam menyimak tausyiahnya. Kepiawaiannya menyelipkan candaan itulah justru yang sempat dikritik cendekiawan muslim Zuhairi Misrawi.

Pada 21 November lalu di laman facebooknya dia menulis, "Somad itu adik kelas saya di al-Azhar. Ilmunya biasa-biasa saja. Tidak istimewa. Kelebihannya cuman bisa melucu. Kalau soal keilmuan, masih banyak yang lebih pinter, arif, dan tidak ngelunjak."

Sepertinya penilaian Zuhairi itu kurang akurat dan cenderung emosional. Dari berbagai rekaman ceramah Somad di youtube yang seperti disimak dan dilansir detik.com, Somad terlihat sangat hafal soal hadist dan berbagai kitab klasik dan kitab kuning yang biasa menjadi rujukan para kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Satu hal yang mungkin tak diketahui Zuhairi selaku seniornya, selepas dari al-Azhar Somad melanjutkan studinya ke Maroko untuk mendalami ilmu hadist.

"Dari kontrak 24 bulan, Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan master saya di Maroko dalam setahun sepuluh bulan," aku Somad dalam salah satu ceramahnya.

Dua kanal utama ceramahnya di Youtube, yakni Tafaqquh Online dan Fodamara, setiap video Abdul Somad ditonton ratusan ribu bahkan ada yang 3-7 juta kali.

Di fanspage facebook maupun instagram, dua akun personal media sosial yang aktif digunakannya, hingga Jumat kemarin masing-masing punya pengikut 717.170 dan 1,1 juta orang.

Apa yang membuat ceramahnya, dalam arsip digital maupun streaming, kerap diburu banyak warganet Indonesia kontemporer? Adakah rahasia dakwah yang dilakukannya sejak 2008 itu?

Kepiawaian Somad mengemas materi ceramah dengan berbagai rujukan yang disampaikannya dengan fasih dan diselingi humor tersebut, bagi DR Moeflich Hasbullah, mengingatkanya kepada 'Da'i Sejuta Umat' almarhum KH Zainuddin MZ.

Hal ini juga terkait dengan penampilan Somad yang sederhana seperti Zainuddin. Dia cuma mengenakan kemeja Koko dan kopiah, bukan berpenampilan ala wali atau mengenakan jubah ala para habaib.

"Ceramah-ceramah ustaz Somad kalau saya menyimak di youtube cukup padat ilmu dan humor-humornya segar. Ia tegas tapi fleksibel, militan tapi juga kultural. Tak berlebihan kalau saya menyebutnya sang Phenomenon," kata Moeflich dikutip dari detik.com, Sabtu (30/12/2017).

Bila KH Zainuddin MZ hafal membacakan teks Arab dakwahnya, ia melanjutkan, Somad biasa menyebutkan nama kitab, pengarang, teks kalimat dan konteks kitab yang dikutipnya itu. Dan dalam penyebutan itu, Somad hampir tidak pernah ada jeda berpikir dulu. Daya ingatnya luar biasa, informasi sumber kitab langsung mengalir dari ingatannya.

Sementara Muhammad Sufyan Abdurrahman bersaksi bahwa gaya ceramah Somad berjalan natural. Tak dibuat-dibuat, tak pula menyamakan dengan seseorang, atau merujuk sejumlah video ustadz lainnya yang banyak tayang di televisi atau youtube seperti Buya Yahya, Ustadz Idrus Romli, dan Ustadz Adi Hidayat.

"Somad mengakui Gaya orasi ini ada wasilah tetesan gen dari kakeknya, Datuk Zakaria. Di kampung mesjid, hingga akhir hayatnya, sang kakek konsisten menjadi khatib Jum'at di sela tugas keseharian sebagai petugas pencatat pernikahan," tulis dosen Digital Public Relations Telkom University, Bandung dikutip dari detik.com.

Secara khusus, Moeflich yang mengajar Sejarah Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung menyoroti Somad dalam hubungannya dengan NU. Menurutnya, Somad adalah orang NU yang pikirannya tidak mewakili NU tapi mewakili independensi keilmuan dirinya dan umat Islam.

Salah satu indikasinya, kata dia, Somad membenarkan khilafah dengan dasar kutipan kitabnya yang kuat dan juga simpatik pada Erdogan (Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan), bahkan mengidolakannya. "Padahal rata-rata orang NU tidak suka kepada Erdogan," ujarnya.

Bila dikelompokkan dengan ulama NU lainnya, mungkin Somad sejalur dengan KH. Hasyim Muzadi yang ketegasannya sama. "Suara keduanya mewakili umat Islam bukan hanya mewakili NU, tapi di NU tetap diterima. Hasyim di jajaran ulama senior, Abdul Somad yunior," paparnya.

Sumber: detik.com | Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat