Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
Gerindra Anggap Mustahil Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019
Rabu, 03 Januari 2018 - 20:14:48 WIB

SULUHRIAU- Partai Gerindra menilai mustahil bagi ketua umum Prabowo Subianto berduet dengan Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019. Keduanya diklaim memiliki perbedaan prinsip dalam mengelola negara.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, Gerindra sampai saat ini masih optimis Prabowo akan maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.

“Meski Pak Prabowo belum secara resmi mengumumkan, tapi kami semua keluarga besar Gerindra masih ingin supaya Pak Prabowo nanti di 2019 jadi capres,” ujar Ferry seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (3/1/2018).

Ferry menerangkan, mustahilnya duet Jokowi-Prabowo karena ada perbedaan dalam prinsip mengelola negara.

Ia berkata, Jokowi sangat berpihak kepada negara asing dan mengesampingkan kemampuan masyarakat dalam mendukung segala programnya.

Cara Jokowi itu, menurut Ferry, bertolak belakang dengan prinsip yang dipegang oleh Prabowo.

“Pak Jokowi kan di sisi yang lain sebenarnya sangat berseberangan. Oleh Karena itu dari sisi Gerindra memunculkan figur Pak Prabowo dan kami membangun koalisi dengan partai lain,” ujar Ferry.

Hal lain yang membuat sulit duet Jokowi-Prabowo adalah pergeseran perilaku pemilih. Ferry menilai kualitas pemilih saat ini lebih berorientasi pada nilai ketimbang uang.

Sikap pemilih yang seperti itu diyakini lebih memberi peluang bagi Prabowo terpilih menjadi presiden di Pilpres tahun 2019 sehingga sulit untuk menduetkan mantan Danjen Koppasus itu dengan Jokowi.

Wacana duet Jokowi-Prabowo muncul dari hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis kemarin, Selasa (2/1).

SMRC dalam hasil surveinya menyatakan bahwa responden menyambut baik opsi duet Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Ada keinginan di masyarakat untuk menggabungkan Jokowi dan Prabowo di 2019. Mayoritas setuju," kata Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan di Jakarta.

Dari survey SMRC, kata Djayadi, sebanyak 67 persen atau mayoritas responden setuju bila Prabowo dijadikan Cawapres mendampingi Jokowi. Sementara hanya 28,4 persen yang setuju jika Prabowo menduduki posisi calon presiden dan Jokowi sebagai calon wakil presiden.

Ferry menyatakan partainya tidak percaya dengan hasil survei SMRC tersebut.

Dalam menangkap kehendak publik, kata Ferry, Gerindra memiliki lembaga survei internal yang hasilnya dianggap lebih valid daripada SMRC dan lembaga survei lainnya.

“Saya kurang mempercayai hasil SMRC aatau lembaga survei lain. Kami punya hasil survei internal sendiri yang memang tidak kami publikasikan,” ujarnya. [CNN,Jan]




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat