Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Politik
PKS: Fahri Hamzah Putus Asa Tak Jadi Bakal Caleg Lagi
Jumat, 05 Januari 2018 - 09:55:58 WIB
Fahri Hamzah

SULUHRIAU, Jakarta- Fahri Hamzah kembali menyerang pimpinan PKS dan mengajak kader muda partai tersebut untuk melakukan perlawanan. PKS menyebut langkah Fahri merupakan bentuk keputusasaan.

"Fahri seperti hari ini, kehebatan yang diakuinya itu berkat dan didikan pembinaan PKS. Harusnya terimakasih dengan PKS, sebelum di PKS, dia bukan siapa-siapa. Karena dia PKS, dia baru dikenal, Fahri sebagai wakil ketua DPR. Sebelum jadi anggota PKS, baik setelah dipecat atau mundur, dia itu besar karena PKS," ujar Kepala Departemen Hukum dan HAM PKS, Zainuddin Paru dilansir detik.com, Jumat (5/1/2017).

Dalam kritikannya, Fahri menyebut PKS menerapkan asas ketaatan yang tinggi dan akan memecat setiap kader yang kritis. Zainuddin membantahnya dan menyebut kepemimpinan di PKS sangat terbuka, namun semua kader partai harus patuh kepada kebijakan partai.

"DI PKS itu amat sangat terbuka, dan memberi kebebasan ke semua orang, baik dari pengurus pusat, wilayah, daerah, kader tingkat terkecil dan anggota biasa boleh bicara untuk berpendapat, menyampaikan kritik dan saran terhadap suatu hal yang masih dalam proses diskusi, selama tidak menyalahi akhlak dan moral atau hal-hal tidak baik," jelasnya.

"Ketika suatu hal sudah diputuskan, kalau kami musyawarah syuro, walau di awal tidak setuju dia harus tunduk dengan keputusasaan itu. Tidak ada istilah diktator dan arogan. Dibuka ruang seluas-luasnya, sampai pada waktunya mengambil keputusan. Setiap keputusan yang diambil sudah merupakan konsensus dan semua kader baik pengurus atau anggota biasa, dia ikut dengan keputusan itu," imbuhnya.

Fahri pun menyinggung soal kader PKS yang menjadi koruptor namun tidak dipecat dari partai. Sementara dia yang mengkritik justru dipecat. Menanggapi soal statemen Fahri itu, Zainuddin menilai itu bentuk keputusasaan. Sebab PKS yang telah memecat Fahri tidak memasukkannya kembali sebagai bakal caleg untuk Pemilu 2019.

"Itu kan bagian dari keputusasaan dari Fahri karena sudah dipecat, apalagi kesempatan untuk menjadi calon anggota DPR sudah tidak ada lagi. Daftar pencalonan anggota dewan sudah dilaunching oleh hampir semua partai, termasuk PKS, dan tidak ada nama Fahri dari PKS," terang Zainuddin.

"Bacaleg sudah dilaunching oleh DPP akhir November atau awal Desember lalu, nama Fahri tak ada. Posisinya sudah di luar PKS, jangan lagi urus internal PKS. PKS akan tetap hidup, ruh besarnya PKS ada di kader yang tulus, yang tidak mengumbar amarah, kebencian, dan membuka aib," sambung dia.

Zainuddin juga membantah PKS tidak bertindak tegas terhadap kadernya yang korupsi. Namun menurutnya, keputusan tersebut oleh PKS tidak pernah disampaikan kepada publik untuk menjaga nama baik.

"Bahwa tuduhan oleh FH terhadap anggota PKS yang korupsi ataupun masalah lainnya, sudah pasti mereka mendapatkan sanksi yang setimpal. Tapi semua keputusan itu, tidak oleh PKS tidak pernah disampaikan kepada publik. Itu semua semata-mata untuk menjaga nama baik yang bersangkutan dan kemaslahatan bersama," papar Zainuddin.

Ini disebutnya sama seperti pemecatan Fahri dari PKS. Zainuddin mengatakan justru Fahri sendiri yang mengungkap soal pemecatannya dari PKS.

"Termasuk pemecatan terhadap FH sendiri. Awalnya DPP PKS menyimpan rapat di internal PKS saja. Justru FH sendiri yang buka ke publik," kata dia.

Zainuddin pun meminta Fahri untuk tidak saling menyerang dengan para pimpinan PKS. Meski PKS sudah memecat Fahri, hingga saat ini Wakil Ketua DPR tersebut masih melawan di jalur hukum atas pemecatannya dari partai dan keputusan belum inkrah.

"Kami kirimkan doa, mudah-mudahan Fahri khusnul khatimah, akhir atau ending yang baik, walau tidak lagi bersama PKS. Jadi makanya saya mulai dengan baik. Walau sudah tidak di PKS, jangan saling menyakiti, engkau di sana kami di sini, jangan saling menyakiti," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Fahri menyebut PKS menerapkan asas ketaatan yang tinggi dan akan memecat setiap kader yang kritis. Dia lalu mengajak para kader muda PKS untuk melakukan perlawanan.

"Saya lawan ini, mengajak anak muda di partai ini. Janganlah model kepemimpinan seperti ini dibiarkan, berbahaya!" kata Fahri saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat