Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Di Sidang DK PBB, AS dan Rusia Berdebat Soal Aksi Demo di Iran
Sabtu, 06 Januari 2018 - 12:23:50 WIB
Massa propemerintah gelar demo tandingan (Foto: Reuters)

SULUHRIAU- Amerika Serikat dan Rusia berdebat mengenai Iran dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar pada Jumat (5/1/2018) waktu setempat.
Sidang ini digelar seiring berlangsungnya aksi-aksi demo pro-rezim menyusul gelombang aksi demo antipemerintah yang mematikan.

Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB Nikki Haley menegaskan bahwa kerusuhan di Iran bisa meningkat menjadi konflik besar.

"Rezim Iran sekarang harus tahu: dunia akan menyaksikan apa yang Anda lakukan," cetus Haley seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (6/1/2018).

"Rakyat Iran bangkit di lebih dari 79 lokasi di seluruh negeri," kata Haley.

"Ini pertunjukan hebat dari orang-orang berani yang telah menjadi sangat muak dengan pemerintah mereka yang menindas sehingga mereka bersedia membahayakan diri mereka dalam aksi protes," imbuhnya.

Sidang DK PBB ini digelar atas permintaan AS. Sedangkan Rusia menentang upaya AS tersebut dengan beralasan bahwa aksi-aksi protes tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Total 21 orang telah tewas dan ratusan telah ditangkap sejak 28 Desember lalu menyusul aksi-aksi protes terhadap pemerintah Iran atas masalah perekonomian. Serangan ke gedung-gedung pemerintah dan kantor-kantor polisi terjadi dalam aksi-aksi demo tersebut.

Pada Jumat (5/1), aksi-aksi demo pro-rezim berlangsung di sekitar Teheran sebagai demo tandingan. Ini merupakan aksi demo serupa selama tiga hari berturut-turut.

"Kami tentu saja menyesalkan jatuhnya korban jiwa sebagai akibat demonstrasi yang tidak begitu damai," tutur Dubes Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia dalam sidang DK PBB.

"Akan tetapi, biarkan Iran mengurus masalahnya sendiri," imbuhnya.

Rusia mengatakan bahwa DK PBB harusnya juga membahas kerusuhan 2014 di Ferguson, Missouri terkait penembakan remaja berkulit hitam oleh polisi AS.

Selain Rusia, China juga menyebut sidang DK PBB tersebut sebagai campur tangan dalam urusan dalam negeri Iran. Adapun Inggris dan Prancis menekankan bahwa Iran harus menghormati hak-hak para demonstran. Namun Dubes Prancis Francois Delattre juga mengatakan "peristiwa dalam beberapa hari terakhir tidak menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional."

Dubes Iran Gholamali Khoshroo mengecam sidang tersebut sebagai "lelucon" dan "buang-buang waktu". Menurutnya, DK PBB harusnya fokus untuk menangani konflik Israel-Palestina ataupun perang di Yaman.

Sumber: detik.com | Editor: jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat