Rabu, 16 Juni 2021
Alasan Covid-19, Tausiah UAS di Bengkalis Ditunda | Sukarmis dan Andi Putra Akan Jadi Saksi Kasus Korupsi Hotel Kuansing | Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy | BKD Riau Terima Aturan Baru Terkait Pengadaan CPNS, PPPK Guru, dan PPPK JF Tahun 2021 | Tiga Asosiasi Perusahaan Pers Konstituen Dewan Pers di Riau Dukung Pergub Mitra Media | Sukseskan Vaksinasi, Babinsa TNI Gendong Lansia Hingga ke Tempat Vaksin
 
Metropolis
Perajin Rotan Pekanbaru Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Bahan Plastik

Metropolis - - Senin, 15/01/2018 - 08:37:42 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Di tengah gempuran perlengkapan rumah tangga berbahan plastik, stainless stee dan enamel, namun perajin rotan di Jl Yos Sudarso Pekanbaru memilih tetap bertahan.

Walau diakui, makin lama bahan baku rotan semudah doeloe didapat. Berbagai kreasi dari anyaman rotan, seperti ayunan, tudung. nasi, kursi, dan perank pernik kekinian terlihat indah di pelataran usaha pengarajin rotan di Jl Yos Sudarso, Rumbai, Pekanbaru.

Salah seorang pengrajin mengaku anyaman rotan ini masih digandrungi konsumen, hingga ia bisa bertahan di tengah banyak alternaif dari bahan-bahan lain saat ini. "Ya sekarang mampulah mencukupi kehidupan sehari-hari untuk anak isteri," kata Wan.

Perajin anyaman rotan, mengaku ada juga pesanan yang tak sempat dikerjakan, karena beberapa faktor.
Apalgai sentra pengrajin rotan di Pekanbaru ini sudah dikenal bukan hanya oleh penduduk kota ini melainkan juga dari luar kota.

Banyak juga wisatawan domistik membeli anyaman rotan ini sebagai cendramata atau oleh-oleh untuk kembali ke daerahnya setelah berkunjung ke Pekanbaru.

Saat ini masih ada ratusa perajin menekuni anyaman rotan ini, terutama untuk membuat peralatan rumah tangga. Sudah puluan tahun perajin rotan ini ada di Pekanbaru.

Walaupun relatif menurun pesanan dibanding beberapa tahun lalu, namun Wan mengaku mampu menjual antara 5 hingga 7 unit berbagai anyaman per harinya. Misalnya, tudung, tempat tisu, dan peralatan lainnya. Harga jual juga tidak bisa dipatok tinggi.

Sementara itu, Kadisperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasoit sebelumnya mengatakan, pihak Disperindag tetap memberikn perhatian terhadap sektor usaha ini.

Karena ini bagian dari penggerak sektor ekonomi UMKM. Bahkan, Disperindag juga telah beruupaya memfasilitas tersebut di antaranya kemudahan dalam pemasaran, dan bagaimana solusi mudah dapat bahan baku.

"Kita bahkan sudah berupaya menempatkan mereka di satu pusat atau sentra agar mereka nyaman berusaha," Ingot belum lama ini. [chr]



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved