Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Jelang Pilkada, PPATK Sebut Bank Daerah Rentan Dimanfaatkan Calon
Selasa, 16 Januari 2018 - 10:41:34 WIB
Acara Pertemuan Tahunan PPATK 2018 di Hotel Bidakara. [dtc]

SULUHRIAU- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengingatkan bank daerah agar tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Hal ini untuk mencegah pemanfaatan lembaga keuangan untuk kepentingan calon kepala daerah.

"Lembaga keuangan rentan dan berpotensi untuk membiayai kampanye dan memuluskan jalan menjadi kepala daeah. Pemberian kredit relatif besar kepada masyarakat dengan penerima manfaat sebenarnya adalah para calon kepala daerah. Kami mengingatkan perbankan khususnya teman-teman di bank daerah untuk tidak melakukan operasional bank yang tidak sesuai aturan," kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Hal tersebut disampaikan Badar dalam sambutannya di acara Pertemuan Tahunan PPATK 2018 bertema 'Memperkuat Sinergi, Memperkuat Indonesia: Resolusi Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme Guna Mendukung Stabilitas Perekonomian Nasional'. Dia juga mengatakan kesadaran para penyedia jasa keuangan untuk melaporkan transaksi keuangan mencurigakan masih rendah.

"Kita berusaha untuk meningkatkan hal ini, antara lain adalah pelaksanaan kewajiban pelaporan masih sangat rendah," ujar Badar.

Badar turut menyoroti tidak akuratnya kualitas laporan yang disampaikan. Menurut Badar, kualitas laporan yang tidak akurat bisa berdampak negatif pada hasil analisis PPATK.

"Kualitas pelaporan oleh pihak pelapor sering belum akurat. Laporan yang tidak akurat bisa berdampak negatif pada analisis oleh PPATK," ucapnya.

Badar mengingatkan metode tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pendanaan terorisme semakin canggih. Untuk mencegahnya, perlu ada kerja sama yang lebih kuat antar lembaga.

"Masih banyak kelemahan yang harus kita perbaiki dan antisipasi semakin canggihnya TPPU dan pendanaan terorisme," ungkapnya.

Dia juga sempat melontarkan candaan soal keberadaan gedung Indonesian Financial Intelligence Institute di Depok, Jawa Barat. Dia berharap gedung yang dibangun benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan mempelajari pencegahan dan pemberantasan pencucian uang hingga pendanaan terorisme.

"Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan bukan hanya PPATK tapi semua stakeholder. Kalau tidak dimanfaatkan nanti itu sepi dimanfaatkan roh halus," ucap Badar yang disambut tawa para peserta kegiatan.

Berikutnya, Badar menyebut ada satu juta nama pejabat dan keluarganya yang untuk memantau transaksi mereka. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

"Pengembangan database PEPs (Politically Exposed Person) oleh PPATK, yang saat ini sudah memiliki sekitar satu juta nama pejabat dan keluarganya, sebagai salah satu cara untuk memberantas tindak pidana korupsi yang menduduki peringkat nomor 1, baik di NRA (National Risk Assesement) maupun di statistik LHA (Laporan Hasil Analisis)," jelasnya. [dtc,Jan]



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat