Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
HRW Kutuk Perintah Duterte Tembak Kelamin Pemberontak Perempuan
Rabu, 14 Februari 2018 - 09:55:19 WIB

SULUHRIAU, Manila - Human Rights Watch (HRW) kutuk pernyataan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte karena mengatakan bahwa tentara harus menembak pemberontak komunis perempuan di alat kelaminnya guna membuat hidup mereka "tidak berguna".

Human Rights Watch mengatakan komentar Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pekan lalu itu adalah pernyataan terbaru dalam "serangkaian pernyataan misoginis, menghina dan merendahkan perempuan" yang menurut mereka mendorong untuk melakukan kekerasan seksual selama konflik bersenjata.

Dalam sebuah pidato panjang sebelum pemberontak komunis menyerah, Duterte berbicara tentang kesia-siaan pemberontakan mereka selama puluhan tahun dan bagaimana pemerintah dapat membantu mereka kembali ke kehidupan normal. Duterte bertanya mengapa bahkan perempuan bergabung dalam pemberontakan itu dan meninggalkan keluarga mereka.

Transkrip resmi menghilangkan umpatan

Pernyataan Duterte pada 7 Februari lalu ditujukan kepada milisi perempuan dari Partai Komunis Filipina yang melakukan perlawanan sejak tahun 1968. Rekaman pernyataan itu kemudian beredar di masyarakat.

Di hadapan massa Duterte pidato mengacu pada perintah yang pernah ia berikan saat masih menjadi walikota di Davao City.

Pada satu titik, katanya tanpa menjelaskan lebih jauh, "Katakan kepada para prajurit. Ada perintah baru datang dari walikota. Kami tidak akan membunuhmu. Kami akan menembak alat kelaminmu. ….Bayangkan saja sehingga ... jika tidak ada vagina, pasti begitu tak berguna." Ucapan tersebut disambut tawa penonton.

Duterte berbicara dalam dialek Bisaya (Visayan). Transkrip resmi dari Pidato presiden yang dikeluarkan oleh pemerintah menghilangkan kata "vagina" dan umpatan-umpatan dari ucapannya.

Sering komentar Duterte sarat bermuatan seks, Duterte pun telah mengakui cara kasarnya tapi banyak orang Filipina yang menerimanya. Juru bicara presiden Harry Roque meminta agar pernyataan Duterte memang serius, tapi jangan secara harfiah.

Pemerintah Barat dan organisasi hak asasi manusia telah memperingatkan tindakan kerasnya terhadap obat-obatan terlarang, yang telah menyebabkan ribuan orang yang diduga terkait meninggal dunia. Dia mengecam para kritikus, termasuk Pemerintah Eropa, yang dia katakan pada Senin "pergi ke neraka" saat memberlakukan persyaratan bantuan keuangan.

Duterte mengatakan bahwa dia telah memberi tahu pejabat Eropa bahwa dia tidak akan hadir pertemuan antara para pemimpin Asia Tenggara dan Eropa mendatang. "Mereka mengatakan bahwa saya bermulut yang buruk, memang benar, mereka bilang itu saya bukan negarawan, tidak cocok untuk presiden, dan itu benar," demikian Duterte mengatakan hal tersebut dalam sebuah pidato hari Senin (12/02).

Steve Rood, seorang analis politik yang berbasis di Manila, mengatakan banyak orang Filipina suka gaya Duterte yang tidak kuno dan pesonanya saat dia berbicara dengan mereka dengan cara yang intim, seolah-olah pidatonya tidak akan disiarkan. Survei publik baru-baru ini menunjukkan kepuasan warga atas pemerintahan Duterte.

Sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat