Selasa, 18 Agustus 2026 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat | Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat | Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana | Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas | Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
 
 
☰ Metropolis
Pemko Pekanbaru Gandeng Media Massa untuk KLA
Rosmawati: Sejumlah Daerah Riau Masih 'Tidur' Urus KLA
Kamis, 23 Maret 2018 - 12:00:58 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Mengatasi persoalan anak merupakan prioritas dari pusat  hingga ke abupaten/kota. Sebab itu, daerah berkewajiban memenuhi hak anak yang diukur dengan sejumlah indikator.

Namun sejauh ini, sejumlah daerah di Riau masih belum 'bangun' dalam upaya mewujudkan kota layak anak (KLA) di daerah masing-masing.

Kritik itu disampaikan Wakil Ketua Gugus KLA Pekanbaru, Dra Hj Rosmawati APT MSi saat menjadi nara sumber rapat Kerja bersama media massa dalam rangka Pekanbaru wejudkan KLA, Jumat (23/3/2018.

Acara yang dibuka Asisten III Setdako Pekanbaru, Burhanudin itu bertujuan bagaimana Pekanbaru ini menjadi Kota layak Anak yang meningkat dari kategori pertama ke katgori madya.

Ros yang juga mantan Kabid Perlindungan Anak, BP2AKB Provinsi Riau ini mengatakan, KLA yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

Dalam Pasal 5 Peraturan Menteri PP dan PA Nomor 12 Tahun 2011 tentang Indikator KLA menyebutkan setiap kabupaten/kota dapat dikategorikan sebagai KLA apabila telah memenuhi hak anak yang diukur dengan 24 indikator yang meliputi penguatan kelembagaan dan cluster anak.

Hingga kini sudah ada 409 kabupaten/ kota yang dinobatkan sebagai KLA se Indonesia.

Namun, di Riau daerah yang baru masuk dalam KLA yakni, Kota Pekanbaru, Dumai, Siak, Bengkalis dan Inhu. "Semetara daerah lain masih 'tidur' dalam mengurus hak anak ini," ujar Ros.

Dakuinya untuk menjadi daerah KLA, harus ada sinergitas antara instansi dan stakeholder. Pengalamannya selama ini, di beberapa daerah hal ini belum sepenuhnya berjalan. Banyak sektor atau claster yang menyangkut anak, misalnya di taman bermain, lingkungan perumahan, pelayanan di rumah sakit saat persalinan, termasuk di jalan-jalan yang masih terjadi ekploitasi anak. "Ini semua tanggungjawab bersama," katanya.

Peran media massa sangat besar membangun hal ini, karena banyak claster yang bisa dimasuki untuk dipublis di media massa dalam mendorong KLA.

Dengan dibentuknya Forum Wartawan KLA Pekanbaru, maka perlu dirancang sisi-sisi yang mesti diangkat agar terjadi percepatan Pekanbaru sebagai KLA.

Sementara itu, nara sumber dari Media GM Pekanbaru Pos Grup Khairul Amri mengatakan, media siap membantu dalam mendorong Pekabaru mewujudkan KLA. Namun tentu saja, semua instansi terkait dan stake holder juga sama visi dan persepsi dalam hal ini. "Media akan mengangkat sisi-sisi yang penting untuk KLA, tentu goalnya di instansi terkait," ujar Kkairul.

Sementara itu, Asisten III Pemko Pekanbaru Baharudin yang juga senada dengan Kepala DP2A Mahyudin mengatakan, akan berjuang untuk mewujudkan Pekanbaru KLA kategori madya. "Tentu kami perlu dukungan media massa, dengan demikian kita optimis tujuan akan tercapai," pungkasnya.  [chr,jan]



 
Berita Lainnya :
  • Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
  • Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
  • Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
  • Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mafirion: Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
    02 Dibalut Pakaian Adat Nusantara, Upacara HUT ke-81 RI di Pemko Pekanbaru Berlangsung Khidmat
    03 Di Balai Pauh Janggi, Kemenkum Riau Serahkan Remisi HUT ke-81 RI untuk Narapidana
    04 Peringati HUT ke-81 RI, Kemenkum Riau Tegaskan Komitmen Layani Rakyat dengan Integritas
    05 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    06 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    07 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    08 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    09 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    10 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    11 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    12 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    13 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    14 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    15 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    16 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    17 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    18 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    19 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    20 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    21 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    22 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat