Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Pengamat: Nama-Nama Cawapres Prabowo Belum Ada yang Kuat
Minggu, 15 April 2018 - 20:57:37 WIB

TERKAIT:
 
 

SULUHRIAU- Nama-nama yang beredar dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto masih belum memiliki kekuatan untuk menaikan elektabilitas ketua umum Gerindra tersebut.

Nama-nama tersebut harus menyosialisasikan diri lebih gencar sebelum pendaftaran calon presiden-calon wakil presiden pada Agustus mendatang.

"Nama-nama itu peluangnya masih sama belum ada yang lebih tinggi dari yang lain, belum ada yang punya potensi lebih tinggi untuk meningkatkan elektabilitas Pak Prabowo. Saya kira nama-nama itu harus disosialisasikan lebih sistematik kepada publik," kata Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan seperti dilansir Republika, Ahad (15/4/2018).


Nama-nama yang dimaksud Djayadi, yakni kader-kader yang ditawarkan oleh PKS, atau tokoh dari PAN karena elite partainya hadir dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) Gerindra beberapa hari lalu. Selain itu, nama lain seperti Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

PKS mengajukan sembilan nama kader PKS yang akan diusung menjadi pendamping Prabowo pada Pemilu 2019. Mereka, yaitu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, presiden PKS saat ini Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, mantan menkominfo Tifatul Sembiring, Muzammil Yusuf dan Mardani Ali Sera.

Menurut Djayadi, Prabowo harus berhati-hati dan kalkulatif dalam memilih cawapres. Dia berpendapat calon wakil presiden sebaiknya memiliki kemampuan mendongkrak elektabilitas Prabowo.

Ia menilai, Prabowo penting mempertimbangan elektoral cawapresnya, di samping pertimbangan terkait kompetensi dan integritas. "Kapasitas elektoral itu penting,” kata dia.

Karena itu sebelum pendaftaran capres dan cawapres pada awal Agustus, nama-nama yang telah diangkat tersebut sebaiknya mempromosikan diri mereka dengan baik. Dia menyarankan agar nama-nama tersebut memanfaatkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 untuk gencar menyosialisasikan diri.

Dia menyebutkan Pilkada serentak tahun ini digelar di 17 provinsi yang mencakup 160 juta pemilih.  “Jadi kalau di pilkada juga bersosialisasi dengan berbagai cara, maka itu bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk mensosialisasikan diri. Pak Prabowo dan timnya bisa melihat tuh yang mana yang paling potensial," kata Djayadi menjelaskan.

Jika gagal meningkatkan elektabilitas, Djayadi menambahkan, bukan tidak mungkin Prabowo justru mendekati tokoh lain yang sudah menyosialisasikan diri seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Cak Imin itu masih mungkin juga dilirik Prabowo kan, karena Jokowi banyak sekali yang ingin menjadi cawapresnya Jokowi," lanjut Djayadi.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat