Ini Sesi Menarik dan Mengundang Perhatian di Debat Publik Perdana Pilgubri 2018
Sabtu, 28 April 2018 - 13:25:14 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Dalam debat publik perdana kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang disiarkan secara langsung oleh TV One Jumat (27/4/2018) pukul 19.30 WIB berlangsung lancar.
Debat publik dihadiri empat paslon Cagub Riau yakni masing-masing Syamsuar-Edy Natar, Lukman Edy- Hardianto, Firdaus-Rusli Effendi, dan Arsyadjuliandi - Suyatno. Acara dipandu presenter cantik Chaca Annisa.
Dalam debat ini ada sesi-sesi atau monen menarik dan mengundang perhatian. Diantaranya pertanyaan pada sesi ini datangnya dari masyarakat Riau yakni dari kelompok difabel, yang ditujukan kepada Cagub nomor urut 4 Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno.
Mereka menanyakan apa upaya yang dilakukan pemerintah terhadap kalangan ini jika nanti terpilih.
Menanggapi hal tersebut Suyatno mengatakan mereka punya komitmen yang kuat dalam memperhatikan kaum disabilitas dan difabel agar bisa tampil dan berkiprah di tengah masyarakat tanpa diskriminasi.
Kemudian pernyataan buat pasangan lainnya seperti nomor urut 3 Firdaus -Rusli Effendi datang dari perempuan dan anak terkait upaya mengatasi tingkat kekerasan selama ini yang masih tinggi.
Firdaus berjanji akan memberdayakan ekonomi kaum ibu, dan anak menciptakan tempat dan ruang bermain.
Sementara Cagub nomor urut 1 memiliki janji politik dalam seratus hari kerja mereka akan memberikan beasiswa bagi anak kurang mampu dan anak suku dalam dengan niat baik.
Lalu Cagub nomor urut 2 Lukman Edy-Hardianto menyatakan akan mencegah korupsi APBD dan jajaran lewat pemberlakuan pelayanan sistem dalam jaringan atau elektronik.
Ketua KPU Riau Nurhamin mengatakan, debat publik Calon Gubernur berlangsungsesuai harapan karena terselenggara dengan tertib dan santun.
"Debat ini berlangsung sesuai yang diprediksi berjalan cukup santun," kata Ketua KPU Riau Nurhamin.
Tim perumus sudah berupaya menyusun pertanyaan sedemikian rupa agar debat berjalan saling menghargai, dihindari pertanyaan yang dapat memprovokasi atau menyudutkan salah satu paslon oleh paslon lain.
"Pertanyaan sudah disiapkan oleh tim perumus. Sehingga masing-masing kandidat tinggal memilih dan akan memiliki kontrol terhadap pertanyaannya serta tidak saling menyerang, khususnya yang berbau Suku Agama Ras Antar golongan (SARA)," kata dia.
Nurhamin menambahkan produk akhir dari debat publik ini adalah meningkatkan partisipan pemilih Riau pada Pilkada Juni 2018.
"Kami KPU hanya berupaya memaksimalkan tingkat partisipasi pemilih, dalam Pilkada, maka kalau ada yang belum maksimal kami minta maaf, " imbuh Nurhamin. [tim]
Komentar Anda :