Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Siswa SMP Bunuh Diri karena Sistem Zonasi, Ini Kata Mendikbud
Rabu, 30 Mei 2018 - 22:47:17 WIB

SULUHRIAU- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan alasan pelajar SMP di Blitar bunuh diri tak hanya karena sistem zonasi sekolah.

Muhadjir mengaku telah menelepon Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar untuk mengecek kejadian itu.

"Saya sudah menghubungi Kepala Dinas Kota Blitar. Sudah saya mintai keterangan yang cukup tentang kasus itu. Tentu saja berdasarkan keterangan Kepala Dinas, kasusnya tidak tunggal seperti itu. Jadi ada beberapa masalah yang menyertai sehingga kejadian itu terjadi," kata Muhadjir di Gedung A, kantor Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018).

Meski begitu, Muhadjir tak menampik ketakutan tak diterima di SMAN 1 Blitar, menjadi salah satu faktor pemicu EP mengakhiri hidupnya. Terkait hal itu, Muhadjir menyebut EP kurang mendapatkan informasi mengenai sistem zonasi.

"Memang salah satunya faktor dia tidak akan bisa masuk di sekolah yang menjadi cita-cita yang bersangkutan. Tapi itu sebenarnya juga kurangnya informasi yang diperolah yang bersangkutan, baik dari pihak sekolah maupun pihak keluarga," terang Muhadjir.

"Sebetulnya mengingat yang bersangkutan walapun siswa dari luar zona, tetapi dia SMP-nya di SMP wilayah zona itu. Dalam peraturan menteri yang dikeluarkan Dirjen Dikdasmen, itukan zonasi itu masih diberi celah. Dari luar zonasi masih bisa masuk sekitar 10 persen. Sebetulnya kalau dia tahu berita, info yang lengkap, saya kira tidak akan sampai terjadi seperti itu," sambungnya.

Muhadjir enggak menerangkan rinci masalah apa saja yang membuat EP nekat bunuh diri. Namun, dia menyoroti jika EP selama ini hidup terpisah dari keluarganya, dan tinggal di indekos.

"Ada beberapa masalah yang menyertai. Anak ini tidak tinggal dengan orang tuanya. Dia kost. Dia selama sekolah, kost. Bayangkan anak SMP sudah pisah dengan orang tua. Tapi saya tidak mau masuk ke masalah itunya," jelasnya.

Muhadjir pun kembali menyayangkan keterbatasan pengetahuan EP tentang sistem zonasi. Apalagi berdasarkan info Kepala Dinas Kota Blitar, menuturkan EP adalah siswa berprestasi dan peserta olimpiade.

"Intinya sebeulnya jika yang bersangkutan mendapat informasi yang cukup, dia tidak akan sampai itu. Karena anak ini prestasinya bagus dan ikut olimpiade. Itu cukup jadi dasar kalau yang bersangkutan diterima di sekolah yang ada di zona itu," tutur Muhadjir.

Berkaca dari kasus ini, Muhadjir berharap pihak sekolah dan orang tua benar-benar memberikan bimbingan dengan baik kepada anak-anak. Muhadjir menegaskan jangan sampai anak mengambil keputusan sendiri atas masa depannya.

"Untuk siswa SMP dan SD, saya mohon bimbingan dari sekolah dan dari orang tua harus betul-betul berjalan dengan baik. Jangan biarkan anak mengambil keputusan sendiri tanpa bimbingan, arahan dari sekolah dan orang tua," ucap dia.

"Termasuk penjelasan tentang sistem zonasi, kebijakan baru bahwa nanti ke depan tidak ada skolah favorit dan bukan favorit. Ke depan semua harus jadi sekolah favorit. Dalam waktu tidak lama ini akan dilakukan pemerataan, semua sekolah menjadi favorit," pungkasnya.

Sumber: detik.com | Editor : Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat