SULUHRIAU, Pekanbaru- Masih diputusnya listrik penerangan jalan umum (PJU) Pekanbaru oleh PLN karena tunggakan, pihak Komisi IV DPRD Pekanbru akan memanggil PLN dan Pemko Pekanbaru.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel mengaku sangat menyesalkan pemutusan listrik PJU Pekanbaru sudah beberapa hari ini.
"Ini kita sesalkan, jadikan ini pelajaran ke depan jangan sampai kondisi ini terjadi lagi. Kita ini ibukota provinsi," tegas Roni selasa (26/06/2018).
Menurut Roni, PLN sebaiknya jangan menjadikan pemutusan listrik selalu jadi solusi. Ia meminta perusahaan listrik negara tersebu lebih arif dan bijaksana, karena kepentingan publik jauh lebih luas dibanding dengan urgensi pemutusan Penerangan Jalan Umum (PJU) itu sendiri.
Roni juga mengkritik Pemko Pekanbaru. Menurutnya, hal ini tidak akan terjadi kalau jauh-jauh hari ada langkah antisipasi. Jangan sampai pemutusan PJU ini selalu terulang setiap tahun tanpa ada solusi.
"Kalau masih berlarut-larut, kita dari komisi IV DPRD Pekanbaru akan segera melakukan hearing dengan kedua belah pihak, agar hal yang merugikan masyarakat ini bisa diselesaikan," pungkasnya.
Riau Telah Berkorban Untuk PLNSementara Anggota DPRD Riau, Suhardiman Amby mengecam sikap pejabat PLN Wilayah Riau yang dinilai semena-mena dalam perihal memutuskanpadamkan lampu jalan Kota Pekanbaru.
Dikatakan Suhardiman, seharusnya pihak PLN tidak main putus dan padam langsung begitu saja penerangan lampu jalan.
Hanya karena keterlambatan pembayaran, masyarakat yang dirugikan. Apalagi Pekanbaru merupakan pusat ibukota Provinsi Riau.
"Hampir setiap tahun saya perhatikan PLN itu mengancam dan memutuspadamkan lampu jalan di Kota Pekanbaru, hanya gara-gara keterlambatan pembayaran tagihan. Pekanbaru adalah wajah Ibukota Provinsi Riau, simbol peradaban melayu, jangan diperlakukan tidak adil, kami ingatkan bahwa Dirut PLN harus segera memgevaluasi pejabat PLN di daerah Riau," ujar Suhardiman, Senin (25/6/2018).
Menurut Sekretaris Komisi V DPRD Riau ini, Riau telah berkorban banyak untuk PLN.
Dikatakannya, pembangunan waduk PLTA Koto Panjang telah mengorbankan puluhan kampung.
"Jangan lupakan sejarah pembangunan waduk PLTA Koto Panjang, rakyat berkorban dengan mengungsi karena pembangunan waduk tersebut telah menenggelamkan tanah perkebunan mata pencaharian rakyat, sekarang sudah seperti air susu dibalas air tuba," ujarnya.
Ia meminta agar pihak PLN tidak bertindak seperti kapitalis, hanya gara-gara terlambat membayar tagihan langsung main
Ia juga mengajak seluruh komponen di Riau untuk membuka mata dan jangan memandang sebelah mata persoalan ini, mengingat orang telah berulang-ulang kali menginjak harga diri Rakyat Riau.
Pihak DPRD menurut Suhardiman juga akan mencarikan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan lampu jalan di Kota Pekanbaru, jika perlu ke depannya seluruh lampu di Kota Pekanbaru harus menggunakan tenaga surya jangan lagi bergantung dengan PLN.
Sebagaimana diketahui, jalanan di Kota Pekanbaru gelap gulita akibat dipadamkan olah PLN, terkait masalah ini, Dirut PLN belum memberikan keterangan resmi atas kebijakan oknum pejabat/anak buahnya di Wilayah Riau yang telah melakukan pemutusan secara sepihak tersebut.
[yas,ckl,trb]
Komentar Anda :