Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Banyak Orangtua Belum Paham Sistem Zonasi PPDB
Sabtu, 30 Juni 2018 - 17:12:38 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Banyak orang tua yang belum memahami esensi sistem zonasi sekolah. Hal ini tergambar dari percakapan beberapa orangtua jelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Pekanbaru.

Sala seorang orantua yang anaknya akan masuk SMP tahun ini Warni (42) mengatakan, makin menyulitkan masuk PPDB, lantaran tempat domisilinya radiusnya jauh dari gedung SMP neneri. Ia khawatir anaknya sulit diterima di sekolah negeri.

"Makin sulit nanti tampaknya masukkan anak sekolah (SMP), karena sistim zonasi ini," ujar Warni, Sabtu (30/6/2018).

Kalau sebelumnya dengan sistim rayon, namun warni tidak mempermasalahkan, lataran anaknya tidak ada yang masuk sekolah saat itu.

Hal sama juga juga diakui salah seorang orangtua yang anaknya tahun masuk SMA. "Saya kalau melihat sistem zonasi sekarang, bakal sulit anak saya masuk SMA yang diingingkan," kata Fadrid, S.

Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal sebelumnya mengatakan, sistim zonasi ini merupakan upaya pemerintah 'menghilangkan' predikat sekolah favorit.

"Zonasi ini banyak yang masih belum memahami. Masih banyak orang tua yang masih berburu sekolah favorit. Padahal itu sekolah favorit tidak ada. Karena guru-guru juga mengalami mutasi untuk pemerataan.  saya mohon orang tua mengubah mindset itu," kata Abdul Jamal menyikapi soal PPDB SMP (karena SMA di bawah penangan Provinsi-red) baru-baru ini.

Ia menambahkan, sistem zonasi diberlakukan agar jarak rumah siswa dengan sekolah tidak jauh. Jadi makin dekat rumah dengan sekolah, semakin besar peluang si anak diterima. PPDB di Pekanbaru akan dibuka pada 2 Juli mendatang.

"Sebetulnya sekarang tidak ada lagi favorit itu. Yang menjadi acuan sekarang adalah radius. Makin dekat anak dengan sekolah, makin besar peluang anak diterima. Karena itu, saya minta seluruh kepala sekolah SD, SMP, SMA betul-betul mematuhi kebijakan pemerintah terkait zonasi," ujar Kemendikbud Muhadjir dikutip di beberpa media online.

Sistem zonasi merupakan bentuk penyesuaian kebijakan dari sistem rayonisasi. Rayonisasi lebih memperhatikan pada capaian siswa di bidang akademik.

Sementara itu, sistem zonasi lebih menekankan pada jarak atau radius antara rumah siswa dan sekolah. Dengan demikian, siapa yang lebih dekat dengan sekolah lebih berhak mendapatkan layanan pendidikan dari sekolah itu.

Penulis: Jandri | Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat